Melihat Sekolah Islam Terpadu di Barabai

Ingin Sekolah Berkualitas, Orangtua Siswa di HST Pun Harus Rela Bayar Bayar SPP

Sekolah swasta di bawah Yayasan ALfuthuwah ini menerapkan berbagai pungutan untuk operasional sekolah.

Ingin Sekolah Berkualitas, Orangtua Siswa di HST Pun Harus Rela Bayar Bayar SPP
Istimewa
Sekolah Isam Terpadu (SIT) Alkhair, Barabai HST 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pendidikan di tingkat SD dan SMP di sekolah negeri  milik pemerintah memang sudah gratis. Atau bebas pungutan  Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan  pungutan lainnya. Namun, sistem ajar di sekolah negeri, belum memberi kepuasan bagi sebagian orang tua siswa. Khususnya orangtua dari keluarga yang secara ekonomi tergolong mampu.

Mereka pun rela menyekolahkan anaknya, di sekolah berbayar. Alasannya, demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Adalah, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Alkhair, yang merupakan satu-satunya sekolah terpadu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Sekolah swasta di bawah Yayasan ALfuthuwah ini menerapkan berbagai pungutan untuk operasional sekolah.

Adapun pungutan yang harus di bayar orangtua siswa, untuk TK/PAU, SPP Rp 250 ribu per bulan, plus uang makan Rp 200 ribu, menjadi Rp 450 ribu. Bagi siswa SD, dan SMP Rp 250 ribu , dan Rp 350 Ribu untuk uang makan.

Pungutan SPP digunakan untuk menggaji tenaga pengajar, dan operasional sekolah. Sedangkan pungutan konsumsi, untuk biaya makan sehari-hari, yang disediakan pihak sekolah dari Senin sampai Jumat.

Baca: Guntung Damar Banjarbaru 74 Kali Dibom dari Pagi hingga Petang, Kabut Asap Masih Muncul

Baca: Hasil Sepak Bola Asian Games 2018 - Nyaris Kalah, Son Heung-min Teriaki Para Junior, Skor Akhir 4-3

 “Selain makan siang kami juga menyediakan snack tiga kali sehari,”jelas Ketua Yayasan AL Futhuwah, Ustadz Deddy Winarno kepada banjarmasinpost.co.id. Disebutkan, sebagai sekolah swasta yang dibangun bersama wali murid, SIT didirikan atas dasar kebersamaan dan tujuan yang sama, yaitu mendidik siswa berakhlak, berprestasi dan mandiri.

“Ini sesuai visi dan misi sekolah,” katanya.  Apa yang membuat para orang tua rela bayar SPP dan pungutan lainnya? Muryati, warga Barabai , salah satu orang tua siswa mengatakan,  di sekolah tersebut  menerapkan full day school. Namun, punya program yang berbeda dari sekolah negeri milik pemerintah. Antara lain, disediakannya makan siang dan snack, sehingga anak-anak tak perlu jajan di luar sekolah.

Sekolah Isam Terpadu (SIT) Alkhair, Barabai, HST
Sekolah Isam Terpadu (SIT) Alkhair, Barabai, HST (Istimewa)

“Selain itu, adanya pembentukan akhlak dan karakter siswa dengan menerapkan sunnah-sunnah rasul dalam keseharian di sekolah. Ini membantu kami sebagai orang tua, menanamkan nilai-nilai agama di tengah zaman teknologi informasi, yang dampak negatifnya bisa saja memengaruhi prilaku anak kita,”ungkapnya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

Baca: Hebat, Pencak Silat Penyumbang Medali Terbanyak Kontingen Tanahlaut

Meski konsekwensinya harus membayar mahal, ketimbang  di sekolah negeri, Muryati mengaku tak masalah, sepanjang kondisi keuangan keluarga masih memungkinkan.

“Menurut saya, di negeri kita untuk mendapat pendidikan berkualitas, memangharus rela bayar mahal dulu. Suatu saat kita berharap, bisa mendapat fasilitas dan program pendidikan yang lebih baik di sekolah negeri  gratis. Khususnya dalam penerapan akhlak dan budi pekerti, karena hal tersebut sangat penting membentuk karakter siswa,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)      

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help