Berita Banjarmasin

Kunjungi Balaikota Banjarmasin, Penyandang Disabilitas Ini Harus Diangkat

Konsultan Program Peduli Difabel Asia Foundation Bahrul Fuad, mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Selasa (28/8/2018).

Kunjungi Balaikota Banjarmasin, Penyandang Disabilitas Ini Harus Diangkat
banjarmasin post group/ eka pertiwi
DIANGKAT – Konsultan Program Peduli Difabel Asia Foundation, Bahrul Fuad, perlu diangkat saat hendak naik ke Balai Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST, BANJARMASIN  – Konsultan Program Peduli Difabel Asia Foundation Bahrul Fuad, mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Selasa (28/8/2018).

Kedatangannya, jelas untuk membahas mengenai program peduli terhadap inklusi dan sabilitas di Banjarmasin. Sayangnya, saat hendak melakukan pembahasan ke Balai Kota Banjarmasin Bahrul Fuad harus diangkat terlebih dahulu.

Bahrul Fuad, satu dari sekian banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Ia mengaku sulit untuk naik menuju Balai Kota Banjarmasin. Ya, untuk masuk ke lobby Balai Kota Banjarmasin, orang normal harus naik empat anak tangga.

Baca: Termasuk Pendiri Demokrat, Deddy Mizwar Malah Jadi Jubir Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Lalu bagaimana Bahrul Fuad agar bisa naik ke Balai Kota? Jelas ia harus diangkat oleh beberapa orang. Bahrul Fuad bahkan, meminta kepada Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, agar membuat bidang miring.

Selain itu cerita di kantor pemerintahan Banjarmasin. Lalu, bagaimana dengan cerita tempat lainnya di Banjarmasin? Hasilnya sama, Bahrul Fuad juga kesulitan untuk akses masuk.

Contohnya, saat ia ke mall di Banjarmasin pada Senin (27/8/2018) malam. Menurutnya toko mederen tersebut juga belum ramah disabilitas. “Saya pakai kursi roda. Untuk beli buku saya tidak bisa naik, karena eskalatornya bukan bidang miring tapi berbentuk tangga,” ceritanya.

Ia berharap ada perbaikan akses publik seperti trotoar di Banjarmasin. “Sejauh yang saya lihat masih belum ramah disabilitas. Tapi katanya ada beberapa titik yang sudah ramah disabilitas. Nanti kami akan ke sana untuk melihat,” ujarnya.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Voli Pantai Sumbang Dua Medali Indonesia ke 4

Itu cerita Bahrul Fuad yang baru pertama kali ke Banjarmasin.

Bagaimana dengan penyandang disabilitas dari Banjarmasin? Koordinator Sapda Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak Kota Banjarmasin, Fatum Ade, punya kisah lain. Ia menganggap semua fasilitas masih belum bisa digunakan untuk difabel.

Contohnya trotoar di Jalan Lambung Mangkurat. “Ah itu jangan diceritakan lagi, memang tak layak,” ujarnya.

Trotoar yang baru dibangun seperti di Jalan Belitung Darat juga masih menuai kontra. Menurutnya, di sana ramp (bidang miring) terlalu curam. Selain itu, toko juga menutupi guiding block yang ada di sana. “Masih belum akses publik,” katanya.

Baca: Terungkap, Karena Faktor Inilah MotoGP Inggris 2018 Dibatalkan, 3 Pebalap Jadi Korban

Ibnu Sina menjelaskan, jika Banjarmasin sudah cukup peduli dengan keberadaan para penyandang difabeel. Ia mencontohkan dalam beberapa kegiatan kepemerintahan, para penyandang difabel selalu diikut sertakan seperti, kegiatan Musrenbang Kecamatan hingga tingkat Kota Banjarmasin.

Selain itu, lanjutnya, untuk pembangunan fisik, pemerintah kota juga memperhatikan akses yang bisa digunakan para penyandang disabilitas.

“Tahun ini kami akan membangun trotoar di kawasan Jalan A Yani. Nanti trotoar tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas untuk penyandang difabel.

Sebelumnya, kami juga sudah membuat trotoar percontohan yang bisa digunakan para penyandang difable di kawasan Jalan Belitung Banjarmasin,” ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved