Berita Kalteng

Penjelasan BPBD dan Polda Kalteng Terkait Banyaknya Hotspot yang Berpotensi Karhutla

Berdasar data jumlah titik panas yang terdata dari BMKG tercatat, ada sebanyak 24 titik panas muncul di Kalimantan Tengah

Penjelasan BPBD dan Polda Kalteng Terkait Banyaknya Hotspot yang Berpotensi Karhutla
istimewa
Petugas dan tim relawan saat berusaha memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di pinggiran Kota Palangkaraya, belum lama tadi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Meskipun kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Kalimantan Tengah sempat menurun akibat hujan yang turun cukup lebat selama dua hari berturut-turut, mulai, Senin (27/8/2018) hingga Selasa ( 28/8/2018) titik api kembali bermunculan.

Berdasar data jumlah titik panas yang terdata dari BMKG tercatat, ada sebanyak 24 titik panas yang diduga sebagai titik api muncul pada sejumlah kabupaten di Kalimantan Tengah yang muncul di Katingan dua titik, Kobar satu titik, Pulangoisau empat dan Seruyan satu.

Baca: Nama Danrem 101 Antasari Dicatut Terkait Izin Pupuk asal Cina, Ini Klarifikasinya

Titik api yang paling banyak terpantau berada di Kabupaten Sukamara yang mencapai 15 titik yang tersebar di Kecamatan Jelai, Pantai Lunci, dan kecamatan Sukamara yang diperkirakan lahan gambut yang terbakar mencapai 50 hektare.

Berdasarkan Informasi tweeter, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Kapusdatin, yang dilansir, Senin (27/8/2018) menyebut, Satgas gabungan terus berusaha memadamkan 50 hektare lahan yang terbakar di Pondok Kulit Kelurahan Sedawak Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Kalteng.

Baca: Paman Sekolah Berhasil Kalahkan Kades Petahana di Pilkades Tapin

Dia mengatakan, dalam upaya memadamkan lahan gambut yang terbakar banyak mengalami kendala, karena lahan semak-semak, dan padang rumput kering sehingga mudah terbakar, selaian itu, jalan sulit dilewati karena api ditengah hutan sedangkan cuaca panas dan berangin.

Kepala BPBD Kalteng, Darlainsjah, mengakui selama ini, yang menjadi kendalam dalam pemadaman adalah, karena lokasi lahan yang terbakar berada di tengah hutan sehingga pemadaman tidak bisa dilakukan lewat darat sehingga menggunakan helikopter pengebom air dari udara.

"Untuk kebakaran lahan gambut semacam itu, kami sudah siapkan lima helikopter pengebom air dari udara yang saat ini di Kalteng ada lima unit yakni dua unit stanby di Bandara Iskandar Pangkalanbun dan dua unit stanby di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya," ujarnya.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 - Marcus/Kevin Raih Emas ke-24 Indonesia

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kalteng, Adex Yudisman, mengatakan, pihaknya terus berupaya optimal dalam pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Kalteng dan melakukan penegakan hukum terhadap siapapun pelakunya.

"Kami sudah tegaskan, kepada masyarakat, maupun korporasi, agar jangan sampai membuka lahan dengan cara membakar, karena pasti akan diproses secara hukum, jika pelakunya tidak dapat, maka lahan yang terbakar akan dipoliceline untuk diproses hukum, karena pelakunya lalai dalam menjaga lahannya," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved