Berita Banjarmasin

Ratusan Pelajar Menunggu Kedatangan KRI dr Soeharso di Pelabuhan Trisakti, Ini Sejarahnya

KRI dr Soeharso sedang dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan Trisaksi. Tampak beberapa pelajar berdiri berjejer di dermaga.

Ratusan Pelajar Menunggu Kedatangan KRI dr Soeharso di Pelabuhan Trisakti, Ini Sejarahnya
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Ratusan pelajar SMA dan sederajat maupun SMA pelayaran di Banjarmasin tampak menunggu kedatangan KRI dr Soeharso yang akan sandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ratusan pelajar SMK, SMK dan SMK Pelayaran tampak menunggu kedatangan KRI dr Soeharso di Pelabuhan Penumpang Bandarmasih, Selasa (28/8/2018) pagi.

Mereka tampaknya tak sabar menunggu kedatangan kapal milik TNI AL buatan Korea Selatan. Sementara itu beberapa pejabat Gubernur Kalsel yang diwakili staf hukum, Walikota Banjarmasin, Kapolda Kalsel, Komandan Korem, Komandan Lanud serta pihak Lanal Banjarmasin sebagai panitia kedatangan kapal tampak mempersiapkan segala dan sesuatunya.

Untuk saat ini KRI dr Soeharso sedang dalam perjalanan menuju ke Pelabuhan Trisaksi. Tampak beberapa pelajar berdiri berjejer di dermaga.

Dikutip dari Wikipedia, KRI dr Soeharso (990) (sebelumnya bernama KRI Tanjung Dalpele (972) adalah kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS).

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Ini Daftar 20 Atlet Penyumbang Emas Indonesia

Sejarahnya

Awalnya kapal ini berfungsi sebagai Bantu Angkut Personel (BAP) bernama KRI Tanjung Dalpele (972), karena perubahan fungsi maka pada tanggal 17 September 2008 di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, dikukuhkan oleh KASAL saat itu Laksamana TNI Slamet Soebijanto.

Kapal ini berbobot 11.394 ton kosong dan 16.000 ton berisi penuh. Kapal sepanjang 122 meter, lebar 22 m, dan draft 6,7 m ini mempunyai geladak yang panjang dan luas sehingga mampu mengoperasikan dua buah helikopter sekelas Super puma sekaligus.

Kapal ini juga dilengkapi sebuah hanggar untuk menampung helikopter satu lagi dan juga melakukan perawatan terhadap helikopter. Sebagai kapal rumah sakit, telah disediakan 1 ruang UGD, 3 ruang bedah, 6 ruang poliklinik, 14 ruang P-jang Klinik dan 2 ruang perawatan dengan kapasitas masing-masing 20 tempat tidur.

Kapal ini memiliki 75 anak buah kapal (ABK), 65 staf medis dan mampu menampung 40 pasien rawat inap. Jika dalam keadaan darurat, KRI DR Soeharso juga dapat menampung 400 pasukan dan 3000 penumpang.

Dalam fungsinya sebagai kapal angkut, kapal ini mampu mengangkut 14 truk/tank dengan bobot per truk/tank 8 ton, 3 helikopter tipe Super Puma, 2 Landing Craft Unit (LCU) tipe 23 M dan 1 hovercraft.

Baca: Hasil Liga Inggris - Manchester United vs Tottenham Hotspur, Setan Merah Kalah Telak, Skor Akhir 0-3

Baca: Hasil Liga Italia AS Roma Vs Atalanta - Drama 6 Gol di Olimpic, Saling Balas Gol, Skor Akhir 3-3

Persenjataan, kapal ini dilengkapi senjata 2 pucuk meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) Rheinmetall 20mm

Tenaga penggeraknya adalah mesin diesel.

KRI dr Soeharso saat masih bernama KRI Tanjung Dalpele
KRI dr Soeharso saat masih bernama KRI Tanjung Dalpele (wikipedea)

Pada saat bernama KRI Tanjung Dalpele (972), kapal ini adalah kapal serba guna yang berfungsi sebagai kapal bantu angkut personel (BAP), kapal bantu rumah sakit (BRS) serta dapat mendaratkan dua heli jenis Super Puma.

Kapal ini diklasifikasikan sebagai kapal LPD (Landing Platform Dock). Nama Dalpele diambil dari sebuah tanjung yang terletak di pulau paling timur gugusan pulau di Provinsi Papua.

Nama tanjung tersebut diabadikan sebagai nama KRI karena di tempat itu para sukarelawan yang terdiri atas putra-putri terbaik Indonesia rela mengorbankan jiwa ketika berlangsungnya operasi Komando Trikora untuk membebaskan Irian Barat. Kapal produksi Daesun Shipbuilding and Eng.Co.Ltd Pusan Korea Selatan ini tiba di Indonesia 21 September 2003. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved