Berita Banjarmasin

Sempat Tak Terawat, Akhirnya Buaya Hibah di Taman Satwa Jahri Saleh Diambil BKSDA

Buaya yang sempat viral di media sosial akhirnya diambil oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Selasa (28/8/2018).

Sempat Tak Terawat, Akhirnya Buaya Hibah di Taman Satwa Jahri Saleh Diambil BKSDA
banjarmasin post group/ eka pertiwi
Buaya di Taman Satwa Jalan Jahri Saleh, akhirnya ditangkap dan diserahkan ke BKSDA Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Buaya yang sempat viral di media sosial akhirnya diambil oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan, Selasa (28/8/2018).

Setelah sehari sebelumnya UPT Taman Satwa di Jalan Jahri Saleh Banjarmasin Utara melakukan pembersihan di kolam tempat kadang buaya diletakkan.

Buaya ini sempat viral lantaran tinggal di kandang kecil dan dipenuhi sampah. Selain itu, ada buaya yang tinggal dikandang biawak.

Baca: Kunjungi Balaikota Banjarmasin, Penyandang Disabilitas Ini Harus Diangkat

Walhasil, Kasi Konservasi Wilayah II Banjarbari, BKSDA Kalimantan Selatan, R Simbolon mengambil langsung buaya tersebut ke Taman Satwa.

Simbolon menjelaskan, buaya tersebut memang dititipkan oleh BKSDA ke Taman Satwa Jahri Saleh. Bahkan, BKSDA juga memiliki berita acara penitipan. Alasan penitipan karena menunggu buaya tersebut siap dilepas. “Sementara saja dititipkan,” ujarnya.

Setelah diambil, buaya ini sementara waktu ditampung di kandang transit konservasi wilayah II di Banjarbaru. Menurutnya, ada dua pilihan buaya ini mau diapakan, dilepas ke alam bebas atau diserahkan ke balai konservasi milik PT Jhonlin di Batulicin.

Baca: Menteri Informasi dan Komunikasi RI Minta Keterbukaan Parpol di Pileg dan Pilpres 2019

Yang paling memungkinkan yakni menyerahkan dua ekor buaya ini ke balai konservasi milik PT Jhonlin. Sebab, balai konservasi ini memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, faktor keamanan bagi manusia juga menjadi alasan.

Ia menjelaskan kemungkinan jika buaya dilepas di alam bebas seperti di sungai, ada kemungkinan akan mencari pemukiman penduduk. Apalagi, buaya ini sudah lama dipelihara manusia. “Repot lagi, ribut lagi nanti kalau dilepas terus menyasar pemukiman penduduk,” ujarnya.

Baca: Kasus Jembatan Mandastana Sudah Ada Tersangkanya, Pansus DPRD tak Akan Campuri Proses Hukum

Namun, itu masih kemungkinan pilihan yang akan diambil untuk kelangsungan hidup buaya. Untuk sementara waktu pihaknya akan melakukan observasi terhadap buaya dan melihat kondisinya. Setelah itu baru diputuskan mau diapakan. (banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help