Melihat Sekolah Islam Terpadu di Barabai

SIT Al Khair Bolehkan Siswa Tidur di Sekolah, untuk Menjaga Kondisi Fisik Siswanya

Satu-satunya sekolah yang menerapkan program tidur siang bagi siswa SD saat ini, adalah SD Islam Terpadu Al Khair.

SIT Al Khair Bolehkan Siswa Tidur di Sekolah, untuk Menjaga Kondisi Fisik Siswanya
istimewa
Kegiatan tidur siang bersama, untuk mengistirahatkan sejenak para siswa dari aktifitas belajar di SIT Al Khair. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Satu-satunya sekolah yang menerapkan program tidur siang bagi siswa SD saat ini, adalah SD Islam Terpadu, Al Khair. Siswa siswinya diberikan kesempatan tidur siang dengan waktu 30 menit sampai satu jam. Waktunya, sebelum salat zuhur, yaitu mulai pukul 11.30 wita sampai pukul 12.30 wita.

Kepala SDIT Al Khair, Nazar Budiman menjelaskan, kebijakan tersebut mulai berlaku sejak tahun ajaran baru 2018. Menurutnya, tidur sejenak siang hari atau disebut qailulah tersebut dirutinkan terhadap siswa siswa, mengingat mereka harus belajar sejak pukul 07.30 sampai 14.40 Wita bagi siswa kelas I sampai III dan sampai pukul 16.30 wita bagi siswa kelaas IV sampai kelas VI.

Tujuan memberikan siswa tidur siang, antara lain untuk mendapatkan manfaatnya seperti meningkatkan daya ingat.

Meningkatkan produktifitas, menurunkan stress, menguatkan aktivitas ibadah serta mengembalikan tenag dan menjaga kesehatan. Jika ada anak yang tak bisa tidur, kata Nazar, siswa tetap diminta tiduran minimal mengistirahatkannya dari aktivitas.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Selasa 28 Agustus 2018, Bulutangkis sampai E-Sports

Baca: Ingin Sekolah Berkualitas, Orangtua Siswa di HST Pun Harus Rela Bayar Bayar SPP

Baca: Tak Nambah Pelajaran Agama, SIT Al Khair Menerapkan Nilai Islam di Keseharian Siswa

Namun, tak boleh tidur berlebihan. Jika sudah sampai batas waktu menjelang salat zuhur  siswa belum  bangun akan dibantu agar bisa bangun dan ikut melaksanakan salat. Adapun tempat siswa tidur di ruang kelas masing-masing yang sudah diberi alas karpet untuk tidur.

Menurut Nazar Budiman, tak ada orangtua murid yang keberatan dengan kebijakan sekolah tersebut. Bahkan oragtuanya mendukung karena membantu anak beristirahat sehingga anak tak merasa lelah  hampir setengah hari di sekolah.

“Meskipun ada juga yang tak bisa tidur, setidaknya mereka diberikan waktu mengistirahatkan tubuhnya, sebelum melakukan aktivitas rutin lainnya,”kata Nazar. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved