Melihat Sekolah Islam Terpadu di Barabai

Tak Nambah Pelajaran Agama, SIT Al Khair Menerapkan Nilai Islam di Keseharian Siswa

Sekolah Islam Terpadu Al khair, di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Bawan, didirikan Ustadz Fakih Jarjani pada 1997.

Tak Nambah Pelajaran Agama, SIT Al Khair Menerapkan Nilai Islam di Keseharian Siswa
istimewa
Siswa siswi SIT Al Khair melaksanakan salat dhuha bersama rutin tiap hari, di halaman sekolah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sekolah Islam Terpadu Al khair, di Jalan Brigjen H Hasan Basry,  Bawan, didirikan Ustadz Fakih Jarjani pada 1997. Sekolah awalnya hanya memiliki program pendidikan untuk TK/PAUD dan SD. Kini, sekolah yang mulai operasional 2002 tersebut juga  memiliki SMP. Adapun total total siswa 1050 orang, terdiri siswa TK,PAUD, Kelompok Bermain, SD dan SMP, dengan total tenaga pengajar 150 orang.

SIT Al Khair juga dilengkapi  24 ruang kelas untuk SD, sembilan ruang  kelas untuk SMP dan 10 ruang kelas untuk PAUD/TK dan Kelompok Bermain.

Ketua Yayasan Al Futhuwwah, Deddy Winarno didampingi  salah satu ustazah, Norliani, menjelaskan, untuk materi pelajaran, pihaknya tetap menerapkan mata pelajaran umum, dan tidak menambah pelajaran agama.

Meski demikian, nilai-niai ajaran agama Islam, senantiasa dimasukkan dalam setiap mata pelajaran tersebut.  Semua guru, kata Deddy adalah ustadz dan ustadzah. Mata pelajaran apapun yang diajarkan ke siswa, jelasnya  disampaikan juga sunnah-sunnah rasul dan dalil-dalilnya menurut Alquran dan Hadits.

Baca: Ingin Sekolah Berkualitas, Orangtua Siswa di HST Pun Harus Rela Bayar Bayar SPP

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

“Jadinya,  antara pengetahuan umum dan pengetahuan agamanya seimbang. Semua rencana pembelajaran terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman. Termasuk dalam hal mengerjakan sesuatu, agar bernilai ibadah, kami ajarkan doa-doanya. Seperti doa sebelum memulai belajar dan sesudah belajar,”katanya.

Disebutkan, tiap hari siswa dari TK, SD sampai SMP diajak mengerjakan salat sunat, seperti salat sunat Dhuha berjamaah. Bahkan jika ada bencana alam yang menelan banyak meningal dunia, seperti di Lombok, siswa kata Deddy juga diajarkan salat ghaib. Sedangkan salat wajib berjamaah yang dikerjakan di sekolah adalah zuhur dan asar. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved