Berita Banjar

Tangkal Hoax, Polres Banjar Berencana Bangun Dikyasa Televisi Channel

Agar masyarakat dapat informasi yang benar, serta bisa menangkal berita hoax, Polres Banjar membangun Dikyaksa Televisi Channel.

Tangkal Hoax, Polres Banjar Berencana Bangun Dikyasa Televisi Channel
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Indra Agung P Putra 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar, cepat dan akurat serta bisa menangkal berita hoax, Polres Banjar dalam waktu dekat akan membangun Dikyaksa Televisi Channel.

Nantinya setiap berita juga akan direlease melalui media sosial yang ada.

Kasat Lantas Polres Banjar AKP Indra Agung P Putra mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan ruangan khusus Dikyaksa Televisi Channel tersebut. Berlokasi masih dalam lingkungan Polres Banjar.

Baca: Nama Danrem 101 Antasari Dicatut Terkait Izin Pupuk asal Cina, Ini Klarifikasinya

“Menjadi penting agar apabila ada suatu kejadian, cepat diketahui masyarakat sebelum hoaxs beredar. Masyarakat secara cepat dapat mengetahui informasi yang benar,” katanya, Selasa (28/8).

Mengingat manajemen berita juga saat ini juga menjadi salah satu tugas kepolisian. Terlebih serampangannya berita-berita hoaxs yang seenaknya.

Dia mencontohkan, seperti Kabupaten Banjar kedatangan pengungsi korban gempa Lombok, maka nantinya Babinkamtibmas setempat atau kepala unit di Polsek langsung menyampaikan ke Dikyaksa Televisi Channel ini.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018 - Marcus/Kevin Raih Emas ke-24 Indonesia

Kemudian melalui saluran yang ada dan media sosialnya, berita tersebut diinformasikan kepada khalayak.

Begitu juga misalkan ada suatu kejadian kecelakaan lalu lintas yang korbannya sampai meninggal dunia. Maka nantinya akan disampaikan melalui Dikyaksa Televisi Channel, mulai dari kronologis, penyebab kecelakaan hingga himbauan-himbauan menghindari resiko kecelakaan lalu lintas.

“Teman-teman wartawan mudah juga mendapatkan sumber berita, sehingga tidak simpang siur dan bukan asal narasumber,” imbuhnya.

Baca: Paman Sekolah Berhasil Kalahkan Kades Petahana di Pilkades Tapin

Terpisah, Kepala Informasi Publik Kalsel Samsul Rani mendukung rencana Polres Banjar membuat Dikyaksa Televisi Channel tersebut. Karena memang masyarakat harus mendapatkan informasi yang benar.

“Tetapi informasi yang benar, bukan fitnah atau gibah. Perlu juga nantinya diinfokan atau mensosialisasikan pasal dan sanksi undang undang jika menyebar berita hoax,” katanya.

Baca: Penjelasan BPBD dan Polda Kalteng Terkait Banyaknya Hotspot yang Berpotensi Karhutla

Samsul Rani menambahkan, kepolisian melalui Dikyaksa Televisi Channel juga perlu menginformasikan ke publik, sudah berapa orang di Kalsel yang diproses melanggar undang-undang ITE.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved