Melihat Sekolah Islam Terpadu di Barabai

Tiap Hari Sekolah Sajikan 1.200 Porsi Makan Siang untuk Para Siswa dan Guru

Ratusan anak, terllihat makan bersama pada satu tempat di kawasan sekolah, yaitu di kantin yang dikelola pihak sekolah.

Tiap Hari Sekolah Sajikan 1.200 Porsi Makan Siang untuk Para Siswa dan Guru
istimewa
Kegiatan makan siang bersama siswa SIT Al Khair Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemandangan berbeda, terlihat saat mengujungi SIT Al KHair Barabai, beberapa waktu lalu. Ratusan anak, terllihat makan bersama pada satu tempat di kawasan sekolah, yaitu di kantin yang dikelola pihak sekolah. Berbagai menu disajikan. Selain lauk ayam, ada pula ikan, sayur, tahu dan tempe.

Sebagai sekolah terpadu yang menarik iuran konsumsi tiap bulan kepada siswa, SIT Al Khair pun menyediakan makan siang, mulai Senin sampai Jumat. Usai salat zuhur, mereka makan bersama di kantin tersebut. Tiap hari pula, tim dapur kantin sekolah tersebut menyiapkan 1.200 porsi makan siang, untuk para siswa TK, SD dan SMP plus 150 pengajar.

“Bagi siswa TK, makan siangnya pukul 11.00 wita diantar ke ruang kelas. Sedangkan siswa SD dan SMP mengambil makanan sendiri, yang disajikan secara prasmanan,” kata Ketua Yayasan AL Futhuwah, Deddy Winarno.

Karena jumlah meja dan kursi makan masih terbatas, yaitu untuk 600 orang, waktu makannya pun bergiliran. Sementara siswa perempuan salat zuhur, siswa laki-lakinya makan siang.

Baca: Tak Nambah Pelajaran Agama, SIT Al Khair Menerapkan Nilai Islam di Keseharian Siswa

Baca: SIT Al Khair Bolehkan Siswa Tidur di Sekolah, untuk Menjaga Kondisi Fisik Siswanya

Usai makan siang, siswa laki-laki salat zuhur, gantian siswa perempuan yang makan siang.  Untuk biaya makan siap per hari tersebut, menghabiskan sampai Rp 30 juta perminggu sampai Rp 135 juta per bulan.

Nunik Ermiati, Kepala Bidang Konsumsi menjelaskan, tiap hari untuk melayani makan siswa menghabiskan 135 liter beras, 80 kilogram ikan. Sedangkan jika menu ayam menghabiskan 75 ekor.

Kegiatan makan siang bersama siswa SIT Al  Khair Barabai.
Kegiatan makan siang bersama siswa SIT Al Khair Barabai. (Istimewa)

“Saya sudah delapan tahun memasak untuk anak-anak dan para ustadz ustazah di sini,”kata Ermiati yang punya asisten lima orang untuk membantunya melayani kebutuhan makan siswa siswi tersebut. Sesuai  visi misi sekolah, salah satunya mandiri, siswa AL Khair dibiasakan makan sesuai sunnah rasul, yaitu menggunakan tangan.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Selasa 28 Agustus 2018, Bulutangkis sampai E-Sports

Baca: Jadwal Live Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Jojo vs Taiwan, Marcus/Kevin vs Fajar/Rian

Setelah mencuci tangan di dapur khusus, mereka makan, kemudian usai makan piring dan gelas minum wajib dicuci masing-masing.

“Tujuan kami ingin mendidik mereka agar punya pribadi mandiri,  dan bertanggungjawab,”kata Deddy. Sedangkan untuk memacu prestasi, siswa sering mengikuti lomba, baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Jug amendatangkan orang yang menginspirasi ke sekolah. Seperti Syekh Syamsul Fajri, Imam besar di Mesir dan Australia. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help