Berita Banjarbaru

Tim Heli Diimbau Tidak Ambil Air di Kolam Ikan Milik Warga

Masih adannya kebakaran di beberapa wilayah lahan dan hutan di Kalsel, perlu didukung semua pihak termasuk parat dan pembakal setempat.

Tim Heli Diimbau Tidak Ambil Air di Kolam Ikan Milik Warga
istimewa
Selama tiga jam operasi pengeboman air, bukan duduk, tapi posisi Flight Engineer, Fedyurko Andriy, harus membaringkan badannya tiarap di depan pintu heli yang terbuka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih adannya kebakaran di beberapa wilayah lahan dan hutan di Kalsel, perlu didukung semua pihak termasuk parat dan pembakal setempat.

Menurut Kepala BPBD Kalsel, Wahyudin, kebakaran yang terjadi karena dibakar orang, dan inilah yang harus difahami oleh pembakal atau desa untuk turun ke lapangan agar jangan mudah buka lahan dengan cara membakar.

"Karena itu kami mengimbau kepada pembakal di daerah untuk aktif terus mengingatkan warganya untuk tidak membakar hutan dan lahan, termasuk untuk lahan ladan dan bertani," kata Wahyuddin.

Baca: Protes Keras Netizen Internasional Atas Tersingkirnya The Sacred Riana di Americas Got Talent

Sementara itu, Wakil Ketua Sub Satgas Darat BPBD Kalsel sekaligus Korlap satgas Udara, Sahruddin menyebutkan ketika rapat, pengendalaian Karhutla melalui Udara ini juga diwanti-wanti agar untuk pengambilan air tidak sembarangan.

"Sebab evaluasi tahun 2015 sempat kejadian titik air yang diambil ternyata kolam ikan milik orang dan orangnya minta ganti rugi ke BPBD. Lokasinya di kawasan Cindai Alus Kabupaten Banjar. Karena itu kita koordinasikan untuk pilot tidak ambil air sembarangan," kata dia.

Baca: Gara-gara Sandiaga Uno, Jokowi Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Presiden, Jelang Pilpres 2019

Ada lima belas titik pengambilan air yang berpotensi untuk diangkut oleh heli pengeboman air.

Titik-titik tersebut berada di Perairan Sungai Barito dan Sungai Martapura di Lokbaintan, Perumahan Citra, di sungai buatan dibuat memanjang.

Danau carmin, Tribun olahraga di Tapin, dan arah laut di sekitar pantai Takisung.

Baca: Olla Ramlan Bongkar Rahasia Pribadinya, Terpaksa Gunakan Alat Ini demi Bantu Kekurangan

"Untuk Kotabaru, Tanbu dan Tabalong masih belum dikoordinasikan spot air yang bisa dimanfaatkan untuk bombing air pakai heli," kata Sahruddin.

Hingga kini, kebijakan dari tim satgas, sambung Sahruddin, menegaskan bagaimana bandara terbebas dari asap.

"Fokus kita daerah sekitar bandara jangan ada api sampai malam. Sempat udara dari pukul 05.00 wita sampai pukul 9.00 wita jadi tidak sehat, dan ini membuat kehawatiran penerbangan di bandara. Karena itulah kami order untuk pengeboman air pakai heli digeser ke Kalsel," kata Sahruddin.

(banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help