Berita Regional

Ustadz Cepot Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Terakhir Pingsan Saat Dakwah dan Sakit yang Diderita

Ustadz Cepot Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Terakhir Pingsan Saat Dakwah dan Sakit yang Diderita

Ustadz Cepot Meninggal Dunia, Keluarga Ungkap Terakhir Pingsan Saat Dakwah dan Sakit yang Diderita
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Ustad Cepot berjalan kaki dari rumah jabatan Bupati Kapuas (sekitar 100 meter) menuju ke Lapangan Bukit Ngelangkang, Senin (11/5/2015). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Indonesia kembali kehilangan sosok pemuka agama setelah wafatnya Ustaz kondang KH Akhmad Ikhsan atau biasa disapa Ustadz Cepot pada pukul 11.25 WIB.

Ustadz Cepot menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta Pusat.

Semasa hidupnya, Ustadz Cepot dikenal sebagai sosok yang sangat pantang menyerah dan gigih dalam hal apa pun demi kepentingan bersama.

"Beliau dikenal orang yang enggak kenal menyerah ya, dari pondok pesantren ini berdiri tahun 2001 beliau yang merintis sendiri tanpa ada modal sedikit pun cuma ada modal semangat aja," ujar Muhammad Rusdi selaku adik kandung Ustaz Cepot di lokasi pemakaman, Tangerang, Senin (27/8/2018).

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Indonesia 22 Emas Dari Panjat Tebing Sumbang 2

ustad Cepot
ustad Cepot (net)

Rusdi menambahkan, kakaknya yang lahir di Tasikmalaya tersebut tidak pernah mengeluh. Bahkan dalam keadaan secapek apapun.

"Terakhir pingsan saat dakwah di Purwakarta, baru ketahuan waktu bulan maulid kemarin kebetulan saat itu saya yang mendampingi beliau pingsan di perjalanan," papar Rusdi.

Diketahui, ustaz Cepot menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengidap kanker usus besar sejak delapan bulan yang lalu.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Indosiar Final Bulutangkis Asian Games 2018, Marcus/Kevin, Fajar/Rian & Jojo

"Ia berwasiat minta pesantrennya titip dan juga putra-putri beliau," singkat Rusdi.

Jenazah Ustadz Cepot pun disemayamkan di pondok pesantrennya di Yayasan Mumtaz Ibadurrahman, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang sekira pukul 16.00 WIB. (TribunJakarta.com, Ega Alfreda)

Dikutip dari tribuntimur.com, di siaran infotainment Intens yang tayang pada Maret 2018, Ustaz Cepot sempat bercerita, dirinya menderita sakit radang usus akut.

Ia pun harus menjalani operasi, kemoterapi, dan beberapa prosedur pengobatan lain.

Baca: Perolehan Medali Asian Games 2018, Indonesia Sikat 10 Emas Sehari, Total 22 Emas & Masuk 4 Besar

"Saya lagi berobat, lagi terapi, empat bulan ini saya nggak berdakwah," kata Ustad Cepot.

Saat itu, suami dari Ruqoyyah ini memaafkan orang-orang yang telah menyebarkan kabar bohong, jika dirinya meninggal dunia.

Ia pun membeberkan vonis apa yang telah diberikan dokter untuknya.

"Dokter memvonis (umur) tinggal dua bulan. Tapi saya yakin umur itu milik Allah," kata Ustadz Cepot kala itu.

Editor: Restudia
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved