Berita Kalteng

Warga Palangkaraya ini Ditangkap karena Posting Ujaran Kebencian di Facebook

Seorang warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bernama Erik Nur Wiyanto (31) tinggal di Jalan Cakra Buana Kelurahan Palangka Kecamatan

Warga Palangkaraya ini Ditangkap karena Posting Ujaran Kebencian di Facebook
tribunkalteng.co/fathurahman
Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Rikwanto, (tengah) Direskrimsus Polda Kalteng, Adex Yudisman(kiri) dan Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan (kanan), dan pelaku baju merah di belakang, saat ekspos kasus ujaran kebencian di Mapolda Kalteng 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Seorang warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, bernama Erik Nur Wiyanto (31) tinggal di Jalan Cakra Buana Kelurahan Palangka Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, ditangkap polisi.

Dia berurusan dengan polisi dari tim cyber crime Ditreskrimsus Polda Kalteng, karena terhasut dengan berita-berita yang menyudutkan institusi tertentu bahkan menulis status ingin meledakkan Polda Riau hingga menghina kepala negara.

Baca: Pisah dari Roy Kiyoshi, Program Baru Robby Purba Ini Bikin Penonton Baper

Melalui akun Faceboook dengan nama, Erick Sumber Asri, dia menuliskan perasaan kebencian kepada kekuasaan umum dan pemerintah Indonesia yang semua postingannya terpantau tim cybercrime Mabes Polri dan Polda Kalteng.

Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Rikwanto, Selasa (28/8/2018) menyatakan, tanggal 26 Agustus 2018, tim patroli Ditreskrimsus Polda Kalteng telah menemukan ujaran kebencian, yang diposting pada akun facebooknya.

Baca: Protes Keras Netizen Internasional Atas Tersingkirnya The Sacred Riana di Americas Got Talent

"Saya mengingatkan kepada warga Kalteng agar jangan asal memposting berita atau status yang mengajak melakukan kebencian, karena semua berita yang diposting, pasti akan terpantau tim cyber Polda Kalteng maupun Mabes Polri," ujar Rikwanto.

Lebih jauh, Direskrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudisman, menambahkan, hasil pemeriksaan terhadap pelaku yang mengaku memposting ujaran kebencian karena merasa tidak puas atas kekuasaan umum/pemerintah.

Baca: Gara-gara Sandiaga Uno, Jokowi Diminta Mundur dari Jabatannya sebagai Presiden, Jelang Pilpres 2019

"Dia mengaku tidak puas dengan pemerintahan saat ini, yang dinilainya melakukan diskriminasi serta kriminalisasi terhadap ulama dan menyuarakan ajakan untuk melawan pemerintah," katanya.

Akibat perbuatannya, yang nekat menyebar kebencian tersebut, pelaku terancam hukuman enam tahun, dan denda Rp1 miliar.

"Dia kami tahan untuk memperjuangkan perbuatannya, kami juga akan mendatangkan tenaga ahli untuk proses kasus ini," ujarnya.

www. banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help