B Focus Banua Anam

Bila Hujan, Air Irigasi Berwarna Cokelat, Tiap Tahun Pemerintah Keluarkan Dana untuk Menguras Lumpur

Di beberapa titik di dasar irigasi itu terdapat banyak lumpur yang mengering.

Bila Hujan, Air Irigasi Berwarna Cokelat, Tiap Tahun Pemerintah Keluarkan Dana untuk Menguras Lumpur
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, TAPIN - Di Irigasi Linuh Kecamatan Bungur, Tapin, dampak negatif itu makin nyata.

Di Irigasi itu sedang dalam proses pengeringan.

Di beberapa titik di dasar irigasi itu terdapat banyak lumpur yang mengering.

Petani setempat, H Jumri menduga, lumpur yang mengendap di Irigasi Linuh itu, salah satu penyebabnya akibat tambang batu bara.

Baca: Penjelasan Soal KH Maruf Amin Mundur dari Ketua Umum MUI, Yunahar Ilyas Jadi Penggantinya

Indikasi masuknya air tambang batu bara itu ke irigasi, dikatakan H Jumri, biasanya kalau terjadi hujan, kemudian air irigasi itu berwarna cokelat seperti air kopi susu.

Akibat selanjutnya, air itu membawa partikel tanah yang akhirnya menjadi lumpur dan mengendap di irigasi itu.

Baca: Ruhut Sitompul Sebut Karni Ilyas Begini Usai ILC Batal Tayang, Cara Lihat Pro & Kontra Pemerintah?

“Pemerintah Kabupaten Tapin pun harus mengeluarkan dana besar untuk menguras lumpur tersebut hampir setiap tahun,” jelas H Jumri.

Menurut H Jumri, pengelola tambang batu bara yang dekat dengan irigasi atau sungai milik publik, seharusnya membuat saluran air atau penampungan air, sehingga ketika hujan turun, air dari galian tambang yang membentuk gunung itu tidak jatuh ke irigasi.

Baca: 2 Kata dalam Postingan The Sacred Riana Setelah Tersingkir dari Americas Got Talent

“Memang pihak tambang sudah membikin saluran air tersendiri, tetapi mungkin saja masih ada yang terlewatkan, ini perlu dilakukan pengecekan di lapangan,” jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved