Berita Batola

Kasus Ambruknya Jembatan Mandastana Sudah Dibawa ke Kementrian Pekerjaan Umum

Kasus ambruknya Jembatan Mandastana Kabupaten Batola sejak 17 Agustus 2017 lalu ternyata sudah dibawa ke Kementrian PUPR

Kasus Ambruknya Jembatan Mandastana Sudah Dibawa ke Kementrian Pekerjaan Umum
banjarmasin post group/ edi nugroho
Jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola yang runtuh selama setahun terakhir dan juga belum diperbaiki. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Kasus ambruknya Jembatan Mandastana Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola sejak 17 Agustus 2017 lalu ternyata sudah dibawa ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Iya Pansus Jembatan Mandasatan DPRD Batola sudah membawa kasus ini ke Kementrian PUPR, ,” kata Suriani, salah satu anggota Pansus Jembatan Mandasatana DPRD Batola, Rabu (19/8/18).

Baca: Jelang Pilpres 2019, Joko Widodo Peluk Prabowo Subianto di Asian Games 2018

Menurut Suriani, kenapa kasus ini kita bawa ke Kementrian PUPR. Sebab, kasus ambruknya Jembatan Mandastana ini ditangani oleh Polda Kalsel. Di sisi lain, Jembatan Mandastana itu aset Batola yang harus diselematkan.

“Kita konsultasi dan minta arahan, Kementrian PUPR, bagaimana sebaiknya Pemkab Batola melangkah karena ambruknya Jembatan Mandastana ini menjadi kasus hukum,” katanya.

Dari hasil konsultasi dengan Kementrian PUPR, sambung Suriani, Kementrian PUPR menyerahkan sepenuhnya kembali soal ambruknya Jembatan Mandastana ke Pemkab Batola. Jika harus membangun pun, Pemkab Batola harus konsultasi dengan Kementrian PUPR agar tidak terulang kasus ambruknya jembatan lagi.

Baca: Kebingungan Gatot Nurmantyo Memilih Joko Widodo-Maruf Amin Atau Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

“Sesuai UU jasa kontruksi No 2 Tahun 2017, maka kontraktor wajib membangun jembatan di bawah 10 tahun yang roboh. Nah, sementara ini pihak penyidik Polda Kalsel menggunakan UU Tindak Pidana Korupsi, dalam menangani kasus ini,” tegas Suriani.

Seperti diketahui, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan akhirnya menetapkan tersangka pada kasus ambruknya Jembatan Mandastana pada 17 Agustus 2017 lalu, yakni seseorang berinisial R. Bahkan petugas telah melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan dalam status tersangka.

Direktur Kriminal Khusus Polda Kombes Rizal Irawan melalui Kasubdit III Tindak Pidana Korupsi AKBP M Muchdori, Senin (27/8/2018) lali mengiyakan untuk kasus ini pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka.

Baca: Sandiaga Uno Bilang Berkah, Saat Ditanya Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

"Panggilan sebagai tersangka telah kita layangkan dalam waktu dekat akan kita mintai keterangan. Inisialnya R," ucap perwira yang sebelumnya bertugas di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri ini.

Anang, salah satu warga RT 01, Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, menyatakan kasus runtuhnya jembatan Mandasatana di Desa Bangkit Baru, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola pada 17 Agustus 2017 lalu ini sampai hari ini genap setahun sudah, tepatnya 17 Agustus 2018.

Sayangnya, belum ada tanda-tanda perbaikan jembatan yang vital untuk aktivitas masyarakat setempat.

Baca: Berharap Simpati, Aksi #2019GantiPresiden Disebut Bawaslu Justru Bisa Tuai Antipati

Menurut Anang, warga Desa Tapinah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Batola, saat ini punya harapan yang sangat besar sekali untuk pemkab setempat agar Jembatan Mandastana sesegera mungkin dibangun.

“Ada beberapa desa saat ini menjadi setengah terisolasi dalam menjalankan roda perekonomian karena Jembatan Mandasta runtuh sejak satu tahun terakhir dan belum juga diperbaiki,” kata Anang.

(banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved