Kriminalitas Tanahlaut

Kematian Kakek Penjaga Kebun Kelapa Sawit di Bajuin Diselidiki Polres Tanahlaut

Kakek Muksin dikenal sebagai penjaga perkebunan kelapa sawit oleh warga di lingkungan RT 6 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut.

Kematian Kakek Penjaga Kebun Kelapa Sawit di Bajuin Diselidiki Polres Tanahlaut
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Pasca olah tempat kejadian perkara dan evakuasi jasad Kakek Miksin, polisi memberi pita garis larangan melintas di rumah tinggal karena terdapat harta benda korban, Rabu (29/8/2018). 

Sriatun mengaku mendengar teriakan minta tolong sebanyak dua kali dari rumah tinggal Kakek Muksin, sekitar pukul 05.00 Wita.

Baca: Ini Reaksi Jusuf Kalla Terkait Perolehan Medali Atlet Indonesia di Asian Games 2018

"Saya dengar teriakan minta tolong sekitar pukul 05.00 Wita. Harinya masih gelap sehingga saya urung mendatangi. Saya baru mendekati pagi hari setelah memandikan anak-anak, sekitar pukul 07.00 Wita," katanya.

Sriatun mengaku memanggil Kakek Muksin beberapa kali tidak ada sahutan. Biasanya, kalau dipanggil langsung menyahut.

Gemetaran Srituan sekaligus kaget saat melihat jasad korban di depan rumah dalam kondisi kaku dan bersimbah darah.

"Saya langsung lapor ke teman korban, pak Nasir, ketua RT minta tolong. Setelah itu saya mengantar anak-anak ke sekolah," katanya.

Baca: Sandiaga Uno Bilang Berkah, Saat Ditanya Deddy Mizwar Jadi Jubir Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019

Sejumlah warga yang mengenal Kakek Muksin ketap membawa uang dan menggantung uang di lehernya sebagai kalung.

"Korban kerjaannya mengumpulkan buah kelapa sawit yang jatuh. Korban memang tinggal sebatang kara di rumah tersebut," kata Sriatun.

Sementara itu, Kapolres Tanahlaut AKBP Sentot Adi Dharmawan dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id terkait peristiwa pembunuhan itu mengaku detailnya masih dalam penyelidikan.

Baca: Honor Nanang Galuh Tiap Kali Event Ternyata Sebesar Ini Lho

"Detailnya belum diketahui, masih penyelidikan dan jenazah korban masih proses otopsi," katanya.

Informasi di kamar jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, jasad korban usai dievakuasi dengan mobil ambulans milik Desa Bajuin langsung dirujuk ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk kepentingan diotopsi.

(banjarmasinpost.co.id / Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help