Berita Banjarmasin

Setop Cyber Bullying untuk Anak-anak, Sekda : Berdampak Buruk Bagi Mental Anak

Dengan melihat angka tersebut, Indonesia rentan terkena dampak cyber bullying, terlebih lagi pengguna media sosial kebanyakan adalah usia remaja

Setop Cyber Bullying untuk Anak-anak, Sekda : Berdampak Buruk Bagi Mental Anak
tabloid nova
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Data yang dihimpun dari program studi Psikologi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, menyebutkan bahwa setengah dari populasi Indonesia yakni 132,7 juta merupakan pengguna internet , 130 juta diantaranya pengguna aktif di media sosial dengan penetrasi 49%.

Dengan melihat angka tersebut, Indonesia rentan terkena dampak cyber bullying, terlebih lagi pengguna media sosial kebanyakan adalah usia remaja. Bullying atau perundungan yang merupakan suatu perilaku negative (kekerasan fisik, psikis dan sosial) saat ini berlanjut dapat dilakukan pada dunia maya.

Belum lama tadi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan peraturan daerah nomor 11 Tahun 2018 tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Baca: Buka-bukaan Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting Soal Hubungan Mereka, Ayu: Kenapa Harus Ribut?

Perda ini merupakan komitmen Pemprov Kalsel untuk melindungi hak-hak anak, termasuk dari perlakuan tidak menyenangkan seperti perundungan baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Diketahui bahwa dari data UNICEF Tahun 2016 menunjukkan angka dimana 41 sampai 50 % remaja Indonesia dalam rentang usia 13 sampai 15 Tahun pernah mengalami tindakan perundungan di dunia maya.

Baca: Bukan Raffi Ahmad, Netizen Sebut Ada Pria Lain saat Ayu Ting Ting Unggah Foto Rumah Impiannya

Sambutan Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resnawan yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Prov Kalsel, Syamsir Rahman, selasa (28/08), mengatakan sosialisasi peraturan ini diharapkan tindakan perundungan di dunia maya bagi anak-anak dapat dicegah.

Karena perilaku ini bisa berdampak buruk bagi mental anak, baik korban maupun pelaku serta anak-anak yang melihat aksi perundungan tersebut.

Akibat dari perundungan ini bisa mengalami depresi, psikosomatik bahkan pada level bunuh diri.

Ditambahkan lagi oleh Syamsir, Pemprov Kalsel selalu berkoordinasi dengan Kabupaten Kota di Kalsel dalam mencegah cyber bullying, termasuk ketika persoalan pernikahan di bawah umur di Kabupaten Tapin yang terjadi beberapa waktu lalu.

Baca: Daftar Peraih Medali Emas, Perak & Perunggu Indonesia Asian Games 2018, Rabu (29/8) Jam 10.00 WIB

“Kejadian pernikahan anak dibawah umur tersebut, kami lindungi, jangan sampai di ekspose berlebihan yang menjadi cikal bakal cyber bullying. Pendekatan kepada keluarga kami utamakan, agar perundungan pada anak ini tidak disalah manfaatkan oleh segelintir orang dan mengakibatkan anak tersebut menjadi dikucilkan maupun trauma” kata Syamsir.

Karena itulah dianggap penting bagi Pemprov mensosialisasi pencegahan cyber bullying.

Kemarin, soialisasi tersebut dilakukan Ruang Rapat Aberani Sulaiman Kantor Setda Kalsel di Banjarbaru dengan diikuti oleh para tenaga pendidik, guru dan ASN lingkup Provinsi Kalsel, diisi dengan pemaparan dari Dosen Psikologi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin serta dari Kepolisian Daerah Provinsi Kalsel.

Syamsir juga menghimbau kepada masyarakat terlebih orang tua yang telah memiliki anak yang aktif bersosial media, agar lebih memantau aktivitas anak sat sedang berselancar di dunia maya.
(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved