B Focus Banua Anam

Tambang Batu Bara Gerakkan Roda Perekonomian Tapin, Tapi Tidak Bagi Para Petani di Sini

Puluhan tahun sudah aktivitas tambang batu bara di Kabupaten Tapin, memang banyak berdampak positif.

Tambang Batu Bara Gerakkan Roda Perekonomian Tapin, Tapi Tidak Bagi Para Petani di Sini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Puluhan tahun sudah aktivitas tambang batu bara di Kabupaten Tapin, memang banyak berdampak positif.

Satu di antaranya menghasilkan dana royalti puluhan miliar.

Bahkan kabarnya, pernah royalti batu bara untuk Tapin hingga ratusan miliar rupiah.

Dana sebanyak itu sudah tentu untuk mempercepat pembangunan di Tapin.

Baca: 2 Kata dalam Postingan The Sacred Riana Setelah Tersingkir dari Americas Got Talent

Efek kehadiran tambang batu bara juga dirasakan di masyarakat, seperti tertampungnya tenaga kerja, bergeraknya ekonomi di pasar dan banyak lagi dampak positifnya.

Tapi, di sisi lain ada dampak negatifnya.

Dampak negatif seperti apa yang dikeluhkan 25 April 2017 oleh belasan petani Desa Suato Tatakan yang mendatangi DPRD Tapin.

Baca: Ruhut Sitompul Sebut Karni Ilyas Begini Usai ILC Batal Tayang, Cara Lihat Pro & Kontra Pemerintah?

Para petani itu mengeluhkan produksi padinya menurun.

Petani menduga penyebabnya karena debu dan lumpur batu bara menerpa sawah dan padinya, sehingga hasilnya drastis turun.

Tahun sebelumnya juga pernah petani di Pampain atau perbatasan Tapin Selatan dengan Bungur mengeluh karena produksi padi mereka turun drastis.

Baca: Daftar Bonus Atlet Indonesia Peraih Medali Asian Games 2018, Mulai Uang Miliaran Rupiah Hingga PNS

Kebetulan areal sawah petani di lokasi ini, tidak jauh dari areal batu bara, sehingga petani menduga penyebab turunnya produksi padi itu karena adanya aktivitas pertambangan batu bara.

Selama 2018 ini tidak pernah ada lagi petani yang mengadu ke DPRD terkait produksi padi mereka turun drastis.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help