Berita Tanahlaut

Temukan Cacing di Daging Ikan Gabus, Warga Desa Kandangan Lama Tanahlaut Geger

Warga Desa Kandangan Lama Kabupaten Tanahlaut geger setelah adanya temuan cacing di dalam daging ikan gabus

Temukan Cacing di Daging Ikan Gabus, Warga Desa Kandangan Lama Tanahlaut Geger
istimewa
Noor Ifansyah, Sekretaris BPD Kandangan Lama, memperlihatkan daging ikan gabus yang terkontaminasi cacing, Rabu (29/8/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Warga Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanahlaut, pekan ini geger.

Kegegeran muncul setelah warga yang ingin menikmati ikan gabus ternyata menemukan cacing di dalam daging, khususnya setelah daging ikan itu dibersihkan untuk dibuat lauk makanan.

Stok ikan gabus hasil memancing di perairan Sungai Tanipah, wilayah Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong masih disimpan warga untuk pembuktian bahwa daging ikan gabus atau kerap disebut ikan haruan itu, sebagai bukti.

Baca: Kebingungan Gatot Nurmantyo Memilih Joko Widodo-Maruf Amin Atau Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019

Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kandangan Lama, Nor Ifansyah berharap pemerintah segera memastikan ikan gabus yang mengandung cacing itu tak membahayakan jika dikonsumsi.

"Sepengetahuan saya belum ada perwakilan pemerintah datang meneliti. Saya tidak ingin juga membawa kabar hoax, makanya lebih baik dilihat langsung," katanya.

Nor Ifansyah membelah langsung daging gabus itu dihadapan reporter Banjarmasinpost.co.id, memang terlihat jelas cacing itu berwarna kuning dan bertelur di dalam serat daging ikan gabus yang berwarna putih bening.

Baca: Jelang Pilpres 2019, Joko Widodo Peluk Prabowo Subianto di Asian Games 2018

"Saya hanya minta jaminan apakah berbahaya atau tidak cacing dalam ikan gabus ini. Warga resah dan tidak ada yang berani membeli ikan haruan," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanahlaut, Rizayadi dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, mengaku sudah mengirim tiga ekor ikan gabus untuk diteliti di Balai Perikanan Air Tawar di Kabupaten Banjar.

Baca: DPT Pemilu 2019 di Tanahlaut Ditetapkan, Ini Proses dan Jumlah Pemilihnya

Menurut Rizayadi, hasil penelitian terhadap ikan gabus asal Desa Kandangan Lama itu secara tertulis belum disampaikan kepada pihaknya untuk disosialisasikan.

"Secara lisan kami sudah menerima hasil pengujian. Cuma hasil resmi secara tertulis yang nantinya disampaikan kepada masyarakat. Imbauan saya sementara bersabar untuk tidak mengonsumsi ikan gabus," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved