Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Begini Pelarian Napi di Rutan Barabai yang Kabur Usai Dapat Remisi 15 Hari

Tak sampai satu hari kabur dari rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Saubari ( 29), akhirnya menyerah.

Begini Pelarian Napi di Rutan Barabai yang Kabur Usai Dapat Remisi 15 Hari
banjarmasin post group/ hanani
Ruang Isolasi tempat Saubari dikembalikan ke sel setelah kabur, Senin 27 Agustus 2018. Dari ruang ini pula, warga binaan lainnya, Andriyanto 10 hari sebelumnya berhasil kabur karena kunci gembok tak terpasang dengan benar saat mengunci. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tak sampai satu hari kabur dari rumah tahanan (Rutan) Kelas II B Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Saubari (29), akhirnya menyerah.

Warga binaan yang mendapat vonis lima tahun penjara karena kasus penyalahgunaan narkoba itu, tertangkap kembali setelah melarikan diri Senin 27 Agustus 2018, pukul 14.00 Wita.

Baca: Mahasiswa Asal Solo Diborgol di dalam Kereta, Ngamuk Saat Ditangkap Diduga Lakukan Pelecehan

Penangkapan Saubari, menurut informasi yang diperoleh BPost, atas bantuan informasi pihak keluarga yang berhasil membujuk warga binaan tersebut, agar tak lari.

Baca: Walau Diadang Ombak, Pedangdut Banjarmasin Ini Justru Kangen Menyanyi di Pulai Karamian

Dia ditangkap kembali sekitar pukul 18.00 wita, di rumahnya Jalan Mualimin, Barabai.

Humas Rutan Barabai, yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, Kamis (30/82018) menjelaskan, kini, Saubari sudah kembali ke Rutan, dan ditempatkan di Sel Satu ruang isolasi. Dijelaskan, dia berhasil kabur dengan cara menjadikan dua batang kayu ulin, yang merupakan tiang jemuran sebagai alat untuk memanjat.

Tiang jemuran tersebut, terletak di belakang Blok C kamar tahanan. Untuk sampai ke pagar dua lembar baju dia sambungkan dengan kayu ulin tadi yang diletakkan di bawah tembok Rutan.

Baca: Kisah Dayak Piani yang Dapat Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Tapin

Sebelum berhasil kabur, pada pukul 09.00 wita petugas mengeluarkan para tahanan dari selnya, memberi kesempatan untuk mandi dan mencuci pakaian dan aktivitas lainnya di dalam lingkungan Rutan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, adiknya yang juga menjadi warga binaan dalam kasus yang sama, mengajak kakaknya itu segera masuk kembali ke sel, karena warga binaan lain suah masuk ke sel masing-masing.

Namun, Saubari mengatakan masih tanggung menyelesaikan cucian. Mendengar jawaban tersebut, adik Saubari masuk duluan ke sel narkoba.

“Pada saat serah terima jaga dilakukan pengecekan jumlah warga binaan, ternyata kurang satu,. Saubari tak ditemukan di selnya,”jelas Rusdi. Pencarian langsung dilakukan, termasuk ke masjid karena biasanya Saubari rajin ke masjid di lingkungan Rutan.

Baca: Dihantam Sampah Kayu, Jembatan Samhurang di HST Nyaris Putus

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help