Berita Banjarbaru

Dirjen Dukpencapil Jamin Ketersediaan Blanko KTP El, Tersedia Blanko 2 Juta Keping

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrulloh meyakinkan takkan terjadi lagi blanko KTP el habis

Dirjen Dukpencapil Jamin Ketersediaan Blanko KTP El, Tersedia Blanko 2 Juta Keping
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrulloh 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrulloh meyakinkan takkan terjadi lagi blanko KTP el habis dan tak tak bisa mencetak KTP el. Pasalnya saat ini ketersediaan blanko di pemerintahan pusat ada dua juta keping.

Ditambah, pihaknya akan melakukan pencetakan blanko tambahan sebanyak lima juta keping sehingga dengan itu ketersediaan blanko ada tujuh juta keping.

Dalam sosialisasi Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA) di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (30/08/2018)  Dirjen Dukcapil mengatakan, kelangkaan blanko takkan terjadi di Indonesia termasuk Kalsel. Pemerintah daerah bisa mengambil blanko langsung ke pusat atau jika belum sempat bisa meminjam dari Dinas Pencapil tetangga.

"Blanko tidak ada masalah, jadi warga yang updating data di KTP el bisa datang ke dinas. Jika tak ada masalah jaringan dan blanko tersedia sebutnya updating KTP el bisa dilakukan dalam waktu tiga menit,"ujarnya.

Baca: Ini Rincian Bonus Atlet Indonesia yang Dapat Medali di Asian Games 2018, Dapat Rumah Juga Lho

Baca: Zulkifli Hasan Diduga Curi Start Kampanye Pilpres 2019, KPU Persilahkan Bawaslu Tangani

Dia mengimbau Penduduk  harus sadar untuk melakukan updating data. Jika penduduk sudah berubah status pekerjaan, pindah dan status pernikahan maka harus melakukan updating data.

"Penggunaan data KTP el ini sudah digunakan oleh banyak instansi, mulai dari KPU, Bawaslu, Imigrasi, Rumah sakit, kepolisian bahkan kita juga mendorong agar pemda juga bisa memanfaatkan penggunaan KTP el ini," jelasnya.

Terlebih kini penduduk penghayat kepercayaan sebutnya juga sudah bisa memasukkan kepercayaannya di KTP El yaitu kepercayaan terhadap tuhan YME.

"Sejak 1 Juli sudah bisa dimasukkan aliran kepercayaan yaitu kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, di Kalsel bagi penduduk yang beraliran Kaharingan bisa nanti diupdate data KTP elektroniknya," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Jelang Kepulangan ke Tanah Air, Satu Jamaah Haji Asal Tanbu Meninggal Dunia

Baca: Harapan Jusuf Kalla Pasca Presiden Jokowi-Prabowo Subianto Pelukan di Asian Games 2018

Terlebih dalam Kalsel Expo sejak 31 Agustus hingga 4 Agustus dilakukan perekaman KTP elektronik jemput bola yaitu digelar di lapangan Dr Murjani Banjarbaru dengan proses pembuatan KTP el selesai dalam satu hari.

"Kita ingin memberikan pelayanan yang membahagiakan dengan diadakan perekaman KTP el masal dan nanti servernya akan dibuka semua ke sana sehingga bisa selesai dalam satu hari," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil, dan Keluarga Berencana (Disdukcapil KB) Kalsel, Ardiansyah mengatakan saat ini Kalsel menjadi provinsi dengan peringkat kedua dengan jumlah terbanyak penduduk yang melakukan perekaman KTP el. yakni 98 persen penduduk Kalsel sebutnya sudah melakukan perekaman catatan sipil.

Targetnya untuk kalsel, perekaman sebanyak 1,200 juta penduduk . Namun di Kalsel sudah melampaui target.

"Sudah melebihi target karena penduduk yang potensial memiliki KTP el misalnya pelajar sudah melakukan perekaman," ujarnya.

Terkait penghayat kepercayaan yanh dimasukkan di kolom KTP el sebutnya penduduk memang harus sadar untuk melakukan perekaman dan updating data.

Total berdasarkan data 2016 Disdukcapil Kalsel ada 10.184 orang di Kalsel menghayat kepercayaan. Bahkan ada ribuan orang penghayat kepercayaan yang meminta agar dimasukkan dalam kolom KTP el meskipun sebelumnya kolom agama dimasukkan dengan agama keluarganya misalnya Islam atau Katolik.
(banjarmasinpost.co.id /milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help