Berita Banjarmasin

Hari Ini Deadline, Warga Mulai Bongkar Bangunan di Taman Kamboja, Ismoyo Pilih Bertahan

Warga diminta agar segera mengosongkan dan membongkar tempat tinggal mereka di Taman Kamboja mulai Kamis (30/8/2018) hari ini.

Hari Ini Deadline, Warga Mulai Bongkar Bangunan di Taman Kamboja, Ismoyo Pilih Bertahan
Capture Banjarmasinpost edisi cetak
Capture Bpost 30 8 2018 Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Warga yang tinggal di sekitar kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kamboja, Banjarmasin, diminta agar segera mengosongkan dan membongkar tempat tinggal mereka mulai Kamis (30/8/2018) hari ini.

Dari pantauan BPost hingga Rabu (29/8) pukul 18.00 Wita, tak semua bangunan dibongkar oleh pemiliknya. Ada dua bangunan yang bertahan dan tidak dibongkar. Isomoyo, memilih bertahan dan belum membongkar tempat tinggalnya.

“Tadi sudah saya perbaiki. Tapi barang-barang belum saya angkut. Ya kalau besok dibongkar paksa saya pasrah,” ujarnya.

Ia berdalih, waktu yang diberikan Pemerintah Kota Banjarmasin untuk mengosongkan lahan terlalu singkat. Menurutnya, surat dari Satpol PP Kota Banjarmasin dilayangkan pada 8 Agustus lalu. Dan isinya wajib mengosongkan lahan tersebut hingga akhir bulan.

Baca: Ruhut Sitompul Sebut Karni Ilyas Begini Usai ILC Batal Tayang, Cara Lihat Pro & Kontra Pemerintah?

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, 30 Emas dengan Pelukan Jokowi dan Prabowo

“Dimana mencari kontrakan murah di Banjarmasin? Susah. Pas dapat kondisinya juga perlu perbaikan,” keluhnya.

Berbeda dengan Muhammad. Ia terpaksa membongkar sendiri tempat tinggalnya sebelum dibongkar paksa Satpol PP Kota banjarmasin.

Menurutnya, dibongkar sendiri lebih rapi. Ia sudah 12 tahun tinggal di sana. “Kami malas ribut. Harusnya dalam perjanjian tanggal 1 September kami harus mengosongkan. Eh dimajukan jadi hari ini. Ya sudah kami bongkar,” cetusnya.

Seluruh bangunan tempat tinggal Muhammad sudah dibongkar semua. Bahkan, jaringan listrik juga sudah dibongkar. Hanya bagian depan bangunan saja yang belum dibongkar. Dan sebagian barangnya juga masih ada di sana.

“Saya memilih menginap di sini dengan kondisi terbuka. Ya barang masih banyak, lagi pula rumah sudah dibongkar,” katanya.

Baca: Raffi Ahmad Sebut Nagita Slavina Baik-Baik Saja dengan Ayu Ting Ting, Lihat Reaksi Gigi

Baca: Jadwal Siaran Langsung Penutupan Asian Games 2018 : Daftar Artisnya, dari Via Vallen sampai Suju

Sisa bangunan bagian depan rencananya akan ia cicil untuk membongkarnya. Ia memilih membongkar sendir dengan alasan kayu dan seng bisa dijual. Seng yang bagus akan dijual per lembar. Sedangkan yang rusak akan dijual perkilo. Uangnya untuk membiayai kontrakan barunya.

“Saya rasa bangunan bagian depan ini tidak mungkin dibongkar paksa oleh Satpol PP. Sebagian besar bangunannya sudah saya bongkar,” ujarnya.

Ia menyayangkan jika tempo yang diberikan terlalu singkat. Tidak ada komunikasi antara warga dengan pemko. Ia merasa pemko tidak pernah mengajak musyawarah. Apalagi, setahun lalu, ia pernah melayangkan surat kepada wali kota, dinas lingkungan hidup, sekdako, dan dinas koperasi UMKM dan tenaga kerja.

“Tahu-tahu minta bongkar saja. Namanya juga lahan punya pemerintah ya pasrah saja. Tapi mestinya ada musyawarah, kalau bisa musyawarah paling tidak kami diberi tenggat sampai akhir tahun atau kami dapat tali asih,” ujarnya.
Senada dikatakan David Subhan. Bahkan, David terpaksa meminjam uang kepada saudaranya agar bisa membayar kontrakan rumah. Di sana juga tercatat ada 22 kepala keluarga yang tercatat sebagai warga Kertak Baru Ulu RT 02. “Kami di sini punya identitas,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/wie)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help