Berita Banjarmasin

Ini Harapan Terhadap Mahasiswa Penerima Program Beasiswa Adiktis 3T

Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah kegiatan koordinasi penyelenggaraan program beasiswa adiktis daerah 3T

Ini Harapan Terhadap Mahasiswa Penerima Program Beasiswa Adiktis 3T
banjarmasinporst.co.id/ahmad rizky abdul gani
Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah kegiatan koordinasi penyelenggaraan program beasiswa adiktis daerah 3T (Tertinggal, terdepan dan terluar) dan perbatasan, Kamis (30/8/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah kegiatan koordinasi penyelenggaraan program beasiswa adiktis daerah 3T (Tertinggal, terdepan dan terluar) dan perbatasan, Kamis (30/8/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri sedikitnya delapan penyelenggara Program Adiktis, unsur Kopertis XI dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Syafriansyah Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan mengatakan program beasiswa adiktis daerah 3T adalah bukti bahwa negara hadir untuk melakukan pemberdayaan anak-anak yang kurang mampu di Daerah 3T studi pada sejumlah PTKI di Indonesia.

“Undang-undang mengamanatkan kita untuk memberikan perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi, termasuk keagamaan Islam pada masyarakat”, tandas Syafri mewakili Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.

Baca: NEWS VIDEO : Polres HSS Ungkap Kasus Penjualan Miras

Baca: Isu Cacing di Haruan Berdampak di Banjarmasin, Farin Kehilangan Satu Pelanggan

Alumni UIN Sunan Kalijaga tersebut juga mengatakan Beasiswa Adiktis Daerah 3T bukan pekerjaan sederhana, tetapi program besar dan mimpi besar kita mencerdaskan kehidupan bangsa. “Ini adalah pilot projek pertama agar anak bangsa bisa mengenyam pendidikan tinggi, jadi kalau belum sempurna dianggap maklum," katanya.

Sementara itu Ruchman Basori Kepala Seksi Kemahasiswaan Kementerian Agama RI mengatakan Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama tengah menyelenggarakan program beasiswa Adiktis daerah 3T sejak tahun 2017 dengan tota mahasiswa 200 orang tersebar di delapan PTKI.

PTKI tersebut yakni STAI Kapuas Palangkaraya, STIBA Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, STIT Raden Santri Gresik, FAI UNUSIA Jakarta, STIT Tunas Bangsa Banjarnegara, STAI Nurul Iman Parung Bogor, STAI Al-Anwar Sarang Rembang, dan STAI Rasyidiyah Khalidiyah Amunati Kalimantan Selatan.

Ruchman Basori berharap agar mahasiswa penerima Adiktis 3T dan Perbatasan dapat tumbuh menjadi sarjana yang berkontribusi pada peningkatan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

“Setelah mereka pulang wajib menjadi kekuatan strategis melakukan perubahan dan pembangunan di wilayah perbatasan negara”, katanya.

Baca: Pemerintah Pastikan Angkat 100 Ribu CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksinya

Alumni IAIN Walisongo ini menekankan agar Perguruan Tinggi Penyelenggara Adiktis membina mahasiswanya untuk aktif berorganisasi di samping ktif studi di kampusnya masing-masing.

“Dengan mereka menjadi aktivis maka akan tertempa intelektual, mental dan moralnya untuk berda di garis terdepan mengemangkan masyarakatnya”, kata Ruchman.(banjarmasinpost.co.id /ahmad rizki abdul gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved