Kriminalitas Tanahlaut

Jasad Kakek Korban Pembunuhan di Bajuiin Dikuburkan, Pelaku Diduga Orang yang Mengenal Korban

Jasad Kakek Muksin alias Jaji (73) sudah dikuburkan warga RT 6 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (30/8/2018)

Jasad Kakek Korban Pembunuhan di Bajuiin Dikuburkan, Pelaku Diduga Orang yang Mengenal Korban
Banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Inilah kondisi rumah tinggal Kakek Muksin, pasca peristiwa pembunuhan yang dialami korban di RT 6 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Rabu (29/8/ 2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Jasad Kakek Muksin alias Jaji (73) sudah dikuburkan warga RT 6 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut, Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 09.00 Wita.

Salik Mulyadi, warga RT 6 Desa Bajuin, Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanahlaut dikonformasi reporter Banjarmasinpost.co.id, membenarkan.

Menurut Salik Mulyadi, jasad Kakek Muksin sudah dikuburkan di pemakaman umum milik Desa Bajuin di lingkungan RT 9.

Hingga saat ini, warga Desa Bajuin sebagian besar menduga pelaku yang menganiaya Kakek Muksin tinggalnya tidak berjauh dan sangat mengenali korban.

Kakek Muksin dikenal sudah sangat lama bekerja sebagai penjaga perkebunan kelapa sawit milik perorangan.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, 30 Emas dengan Pelukan Jokowi dan Prabowo

Dia sering pamer uang pecahan kertas yang ditabungnya dengan cara mengantung uang pecahan kertas itu di lehernya.

Korban tinggal sebatang kara di rumah kecil tak jauh dari rumah tinggal pemilik perkebun kelapa sawit. Kebun kelapa sawit yang dijaga korban diberi pagar kawat berduri.

Akses masuk hanya melalui satu pintu juga diberi pagar kawat berduri. Tidak jauh dari rumah korban itu tinggal tetangga korban.

Sriatun, tetangga korban yang paling dekat rumah tinggalnya dengan rumah yang dihuni korban. Korban setiap pagi mengumpulkan buah kelapa sawit atau kerap disebut brodol.

Korban ditemukan Sriatun tak bernyawa di depan rumah tinggalnya dalam posisi tubuh membentuk angka empat, di bagian kepala korban berdarah.

Baca: Jadwal Final Sepakbola Asian Games 2018, Timnas U-23 Jepang Vs Korea Selatan

Jasad korban diduga dianiaya menjelang mata hari terbit. Itu berdasarkan keterangan Sriatun yang mendengar dua kali teriakan minta tolong dari rumah korban.

Sriatun tak berani mendatangi suara itu karena kondisi masih gelap-gulita sekitar pukul 05.00 Wita. Keberanian muncul setelah matahari terbit dan melihat jasad korban sudah tak bergerak dan dikerumuni semut. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved