Berita Banjar

Kejari Banjar Usut Dugaan Penyelewangan Dana di PT BIM, 6 Orang Sudah Diperiksa

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar bekerja keras dalam mengusut dugaan penyelewengan dana di PT Banjar Indah Mandiri (BIM).

Kejari Banjar Usut Dugaan Penyelewangan Dana di PT BIM, 6 Orang Sudah Diperiksa
Achmad Maudhody
ILUSTRASI/ Suasana pengisian BBM di salah satu SPBU Pertamina di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar bekerja keras dalam mengusut dugaan penyelewangan dana di PT Banjar Intan Mandiri (BIM). Sedikitnya sudah enam orang dari PT BIM dimintai keterangan.

Dalam sepekan terakhir, Kejari Kabupaten Banjar terus memanggil karyawan PT BIM.

Proses penyelidikan tidak hanya terbatas diinternal PT BIM, bahkan info didapat proses operasional usaha angkutan PT BIM juga ditelisik, seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional PT BIM.

Baca: Tiket Closing Ceremony Asian Games 2018 Habis, Netizen Ada Yang Jualan di Twitter

Diduga dalam proses pembelian BBM untuk armada usaha transportasi PT BIM di SPBU Jalan A Yani Martapura, dekat Q Mall juga ada penyelewengan.

Direktur Utama PT BIM, Ahmad Yahni ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa transaksi pembelian BBM untuk transportasi PT BIM di SPBU yang diketahui milik Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Antung Abdurrahman. Namun untuk teknis pembeliannya langsung ditangani oleh Divisi Operasional kala itu.

“Kami tidak mengetahui teknisnya, tidak mengetahui kalau ada dugaan memarkup kuitansi pembelian. Kami begitu dapat laporan perlu dana untuk beli BBM untuk operasional maka kami keluarkan dananya, selebihnya ditangani divisi operasional,” katanya, Kamis (30/8).

Baca: Tipe Cewek Idaman Jonatan Christie Diungkap Antony Ginting, Disebut Suka yang Lebih Tua

Ditanya lebih lanjut kebutuhan BBM untuk angkutan PT BIM dan jenis BBM yang digunakan apakah solar industri atau subsidi, Dirinya memilih mengakhiri pembicaraan.

Pengawas SPBU Jalan A Yani Martapura Kota itu, Supian mengaku tidak mengetahui kalau armada PT BIM membeli BBM di SPBU tempatnya bekerja. Dirinya justru balik bertanya tentang PT BIM.

“Apa itu PT BIM, tidak mengetahui. Kalau perusahaan khan BBM industri, kalau di tempat kami melayani subsidi,” tegasnya.

Baca: Jadwal & Harga Tiket Penutupan (Closing Ceremony) Asian Games 2018 Live SCTV Minggu, 2 September

Pemilik SPBU, Antung Abdurrahman ketika dikofirmasi melalui telepon selulernya tidak mengangkat. Ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Banjar juga tidak berada di tempat.

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo mengatakan, pihaknya terus lanjut untuk melakukan penyelidikan di PT BIM. Dirinya pun mempersilakan bagi kalangan media yang ingin menanyakan perkembangan kasusnya untuk menghubungi Kasipidsus atau Kasiintel.

“Mohon doanya lanjut. Kontak ke Kasipidsus atau Kasiintel, saya sudah perintahkan kalau rekan-rekan wartawan perlu informasi dilayani sebatas bukan materi pemeriksaan ya,” tegasnya.

Baca: Zulkifli Hasan Diduga Curi Start Kampanye Pilpres 2019, KPU Persilahkan Bawaslu Tangani

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar mengusut aliran dana penyertaan modal dari APBD Kabupaten Banjar sebesar Rp 5 miliar kepada PT Banjar Intan Mandiri (BIM). Jajaran direksi perusahaan daerah itu sudah dimintai keterangan.

Kejari Kabupaten Banjar mendapat laporan ada dana penyertaan modal kepada PT BIM pada 2011, 2012 untuk PT BIM. Pihaknya mempertanyakan pertanggungjawabannya seperti yang sudah diatur dalam Perda.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help