Berita Banjarbaru

Proyek Bandara Syamsudin Noor Sebabkan 40 Warga Terserang Batuk, Ini Penyebabnya

Warga RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor terserang batuk akibat dampak debu tanah dan semen proyek pembangunan bandara Syamsudin Noor.

Proyek Bandara Syamsudin Noor Sebabkan 40 Warga Terserang Batuk, Ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/milna sari
Ketua RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor, Helmi menunjukkan, alat batching plant yang berada tak jauh dari rumah warga yang menyebabkan debu tanah dan semen yang mencemari udara di permukiman mereka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Warga RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru mengeluhkan debu tanah dan semen dari aktivitas produksi adukan Beton Readymix berskala besar untuk proyek pembangunan bandara Syamsudin Noor di kawasan permukiman mereka.

Ketua RT 42 Kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru, Helmi mengatakan, sudah berbulan-bulan warga di RT nya mengeluhkan debu tanah dan semen yang masuk ke pemukiman hingga rumah warga.

Baca: Jadwal Undian Fase Grup Liga Champion 2018-2019 Jam 23.00 WIB, Pot 1 Madrid Pot 3 Liverpool

Debu semen dan tanah dari mesin batching plan yang beroperasi tak jauh dari rumah warga membuat warga harus menghirup debu setiap hari.

"Sejak pagi, siang bahkan lembur hingga jam 2 malam mesin selalu beroperasi dan menghasilkan debu yang membuat udara di permukiman warga tercemar," ujarnya, Kamis (30/08/2018).

Baca: Pengakuan Jonatan Christie Tentang Gadis Cantik yang Selfie di Asian Games 2018, Netizen Baper

Baca: Babak Pertama Final Liga 3 Zona Kalsel, Kotabaru FC Unggul 1-0 atas Persetala Tanahlaut

Keluhan warga kian bertambah, ketika matahari terik dimana debu terus menyebar ke rumah-rumah warga. Rumah warga yang terletak tepat disisi proyek menjadi imbas dari mesin yang mencampur atau memproduksi adukan Beton Readymix berskala besar tersebut.

"Penyiraman ada tiga kali sehari, tapi kalau malam debunya makin banyak dan malam tidak ada penyiraman," ujarnya.

Sebelumnya, jelas Helmi, pihaknya sudah meminta agar alat tak dioperasikan terlalu dekat dengan rumah warga. Namun alat tetap diletakkan di dekat rumah warga. Tercatat ada 25 rumah warga yang terdiri dari 25 KK yang terpapar langsung debu karena berada bersebelahan dengan proyek.

Pencemaran udara dari debu produksi adukan beton readymix tersebut juga sudah berdampak terhadap kesehatan warga.  Hasil pemeriksaan oleh Puskesmas Guntung Payung kemarin, Rabu (29/08/2018) satu bayi usia 13 bulan dinyatakan ISPA dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan 60 persen warga dengan jumlah sekitar 40 orang mengalami batuk.

"Rata-rata di sini warga batuk, bahkan ada yang sudah sebulan tidak sembuh-sembuh karena debu semen ini, kalau debu tanah masih lebih mending daripada debu semen bahan kimia yang membahayakan bagi kesehatan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Atlet Indonesia Ini Koleksi 3 Medali di Asian Games 2018, Baru Pertama di Indonesia

Baca: 1 Muharram 2018 Jatuh Pada 11 September, Puasa Asyura 10 Muharram Hapus Dosa Satu Tahun

Pihaknya sebutnya sudah melakukan negosiasi dengan meletakkan bendera agar pencampuran semen dilakukan saat angin bertiup tak mengarah ke arah rumah warga. Namun hingga kini juga belum efektif.

Halaman
12
Penulis: Milna Sari
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved