Kriminalitas Hulu Sungai Selatan

Ratusan Botol Miras Tanpa Izin Disita Polres HSS, Begini Nasib 3 Pemiliknya

Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menyita ratusan botol minuman keras (miras) tanpa izin penjualannya.

Ratusan Botol Miras Tanpa Izin Disita Polres HSS, Begini Nasib 3 Pemiliknya
aprianto
Wakapolres, Kabagops dan Kasat Reskrim Polres HSS menunjukkan barang bukti miras. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) menyita ratusan botol minuman keras (miras) tanpa izin penjualannya.

Selain ratusan miras berbagai merk dan ukuran, tiga penjual miras juga turut diamankan oleh satuan Reskrim Polres HSS.

Press release pengungkapan penjualan miras tanpa izin digelar di Polres HSS, Kamis, (30/8) oleh Wakapolres HSS Kompol Arief Himawan didampingi Kabag OPS Kompol Heri Munanto dan Kasat Reskrim AKP Susilo.

Baca: Lagi Cuci Piring Dihujani Tombakan Pria Misterius, Akhirnya Isur Ambruk di Depan Rumah

Baca: Lia Nekat Sembunyikan Carnophen Dalam Bra, Alasannya Sangat Klasik

Baca: Final Sepakbola Asian Games 2018, Timnas U-23 Jepang vs Korea Selatan, Bakal Seru!

Barang bukti dan penjual miras tanpa izin dihadirkan. Tiga penjual yang diamankan RL (43) warga Kandangan kota dengan barang bukti 31 botol whisky merk masion house 250 ml, Dua botol Vodka merk topi miring 1000 ml dan 22 botol alkohol 95 persen merk cap gajah 300 ml.

Selanjutnya ada AH (45) warga Kandangan kota. Dengan barang buktinya satu wisky merk mansion house 250 ml, satu whisky merk mansion house 350 ml, 12 whisky merk black Jack, 11 Vodka merk topi miring 100 ml, empat Vodka merk ice land 250 ml, empat anggur merk Malaga, satu anggur merk Javan anggur 650 ml, Tujuh bir merk anker 620 ml dan tujuh bir merk Guinnes 620 ml.

MR (39) warga Kandangan dengan barang bukti 37 whisky merk mansion house 250 ml, 11 wisky 350 ml, 12 whisky merk Asoka, 12 bola dan empat vokfa merk Ace lone.

"Pelaku penjualan miras melanggar hukum karena memperdagangkan minuman beralkohol tanpa memiliki SIUP MB sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 jo Pasal 24 ayat (1) UU RI NO. 7 THN 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 49 ayat (1) Permendag No 20/M-DAG/PER/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol," kata Kompol Arief Himawan.

Mereka terancam hukuman penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak 10 miliar rupiah.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat HSS agar tidak menjual dan membeli minuman beralkohol. (Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved