Berita Banjarmasin

Tabela, Alat Tanam Padi Kreasi Kelompok Tani asal Tanahbumbu, Hemat Operasional Jutaan Rupiah

Dengan Tabela, para petani yang tergabung di Kelompok Tani Sidodadi bisa menghemat tenaga dan biaya sangat signifikan.

Tabela, Alat Tanam Padi Kreasi Kelompok Tani asal Tanahbumbu, Hemat Operasional Jutaan Rupiah
Capture Banjarmasinpost edisi cetak
Tabela, alat tanam padi hasil kreasi kelompok tani di Tanahbumbu, Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kelompok tani di Desa Karangmulya, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) berkreasi membuat alat tanam padi yang mampu mengefisienkan biaya operasional berkali-kali lipat.

Alat olah kreasinya sederhana. Para petani menggunakan alat yang diberi nama Tanam Benih Langsung (Tabela). Dari kreasinya itu para petani yang tergabung di Kelompok Tani Sidodadi bisa menghemat tenaga dan biaya sangat signifikan.

Sederhana, alat yang dibuat dari rangkaian pipa paralon, kerangka besi dan kayu dioperasikan dengan cara ditarik dan dengan otomatis yang kemudian menyebarkan benih di atas lahan persawahan.

Benih yang ditabur ditampung dalam pipa paralon kurang lebih berdiameter 4 inci diberi lubang-lubang dengan jarak tertentu sebagai saluran keluarnya benih.

Baca: Tetap Pakai DPT Pilkada, KPU Tetapkan Sebanyak 185.994.374 orang Punya Hak Pilih di Pemilu 2019

Baca: Bawaslu Tala Kritisi Parpol: Ke Mana Saja Saat Tahapan Sanggahan DPS Pemilu Dibuka?

Baca: News Analysis- Pengamat Politik ULM Budi Suryadi: Yang Belum Terdaftar Harus Diakomodasi

Sebelum ditanam menggunakan Tabela, agar optimal benih sebelumnya direndam selama 1,5
hari dan ditiriskan 1,5 hari sebelum ditanam.

Kondisi lahan sawah yang akan ditanami sebaiknya dalam kondisi tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering agar benih yang jatuh melekat di tanah.

Dijelaskan Marjni, Ketua Kelompok Tani Sidodadi yang binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel (KPw BI Kalsel), dengan Tabela biaya tanam hanya memakan biaya kisaran Rp 1,2 juta perhektar.

Biaya itu jauh lebih murah dibanding biaya penanaman benih padi dengan cara konvensional mengupah pekerja yang bisa menghabiskan dana rata-rata Rp 5 juta per hektare di wilayah Desa Karangmulya.

Walaupun dengan biaya jauh lebih murah, Marjuni dan kawan-kawannya di Kelompok Tani Sidodadi sudah membuktikan tak ada penurunan kualitas hasil tanaman padi.

Baca: Ruhut Sitompul Sebut Karni Ilyas Begini Usai ILC Batal Tayang, Cara Lihat Pro & Kontra Pemerintah?

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Silat Sumbang Medali Emas ke-30 Indonesia

"Ditanam manual dengan tangan dibanding gunakan Tabela di daerah kami sama-sama hasilkan kurang lebih 6 sampai 7 ton gabah, jadi sangat optimal," kata Marjuni.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved