Penetapan DPT Pemilu 2019

Tahun Lalu Berusia 17 Tahun, Riswandi Gembira Bisa Memilih di Pemilu 2019

KPU Pusat ada merilis jumlah pemilih tetap berdasar Pilkada serentak 2018 tidak perlu coklit lagi untuk DPT 2019.

Tahun Lalu Berusia 17 Tahun, Riswandi Gembira Bisa Memilih di Pemilu 2019
Capture Banjarmasinpost edisi cetak
Banjarmasin Post edisi cetak Kamis (30/8/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penetapan jumlah Data Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019, kata Zainal Abidin, Ketua KPUD Kotabaru, hanya diperlakukan hanya bagi kabupaten/kota atau provinsi yang melaksanakan Pilkada 2018

Disebutkan dia, KPU Pusat ada merilis jumlah pemilih tetap berdasar Pilkada serentak 2018 tidak perlu dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit) lagi untuk DPT 2019.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengungkapkan, warga Indonesia yang bisa menggunakan hak politiknya pada Pemilu sebanyak 185.994.374 orang yang tersebar di 801.291 tempat pemungutan suara (TPS) di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Selain itu, KPU juga menetapkan data pemilih di daerah yang melaksanakan pemilukada serentak Juni 2018 lalu. Namun data tersebut bisa dimungkinkan bertambah yang akan dimasukkan dalam data pemilih khusus.

Baca: Bawaslu Tala Kritisi Parpol: Ke Mana Saja Saat Tahapan Sanggahan DPS Pemilu Dibuka?

Baca: Tetap Pakai DPT Pilkada, KPU Tetapkan Sebanyak 185.994.374 orang Punya Hak Pilih di Pemilu 2019

Menurut Zainal, pihaknya tidak begitu mempersoalkan karena terkait rilis itu dikeluarkan KPU Pusat, sedangkan coklit diketahui dilaksanakan antara 17 April sampai 18 Mei 2018 sebelum pelaksanaan Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 lalu.

"Mereka melaksanakan pilkada 27 Juni, dan telah melaksanakan coklit antara bulan Februari sampai Maret 2018," katanya.

Akan tetapi, sebut Zainal, saat proses coklit pada April dan Mei, dilakukan rekapitilasi DPT. "Jadi, prosesnya sebenarnya hampir bersamaan dengan proses daerah yang tidak melaksanakan pilkada," jelasnya.

Yang jelas, lanjut dia, untuk pileg dan pilpres, selain yang melaksanakan pilkada kan melaksanakannya pada April sampai Mei.

Sehingga proses itu dimanfaatkan oleh KPU daerah yang melaksanakan pilkada, melakukan coklit berbarengan dengan pilkada.

Sedangkan provinsi atau kabupaten/kota yang tidak melaksanakan pilkada tidak melakukan coklit.

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, 30 Emas dengan Pelukan Jokowi dan Prabowo

Baca: Ruhut Sitompul Sebut Karni Ilyas Begini Usai ILC Batal Tayang, Cara Lihat Pro & Kontra Pemerintah?

Terpisah, Riswandi, pemilih muda mengatakan, pada pilkada serentak 2018 lalu belum masuk sebagai daftar pemilih tetap, karena belum berusia 17 tahun.

"Waktu pilkada 2018 masih sekolah, jadi belum masuk daftar pemilih," ujarnya.

Kini dengan masuknya sebagai daftar pemilih tetap pada pileg dan pilpres mendatang, dia mengaku bersyukur karena tahun depan sudah bisa menggunakan hak politiknya.

"Sekarang kan sudah usia 18 tahun. Artinya selain masuk DPT, tapi bisa menggunakan hak suara dalam menentukan pilihan. Sudah masuk daftar pemilih," ujarnya. (sah)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak dan ePaper Kamis (30/8/2018)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved