Berita Banjarmasin

Turun Hujan, Begini Jumlah Kadar Garam di Intake Sungai Bilu PDAM Bandarmasih

Pasalnya beberapa hari yang lalu air sungai Martapura mengalami intrusi air laut. Sehingga rasanya asin dan dapat jadi penyakit jika dikonsumsi.

Turun Hujan, Begini Jumlah Kadar Garam di Intake Sungai Bilu PDAM Bandarmasih
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Ilustrasi/ Kemarau, air Sungai Tabanio berwarna keruh karena mengalami pendangkalan akibat disedot petani sayur mayur di Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Beberapa hari ini Kota Banjarmasin telah diguyur hujan deras. Hal ini pun disyukuri oleh Kabid Humas PDAM Bandarmasih, Muhammad Nur Wakhid.

Pasalnya beberapa hari yang lalu air sungai Martapura mengalami intrusi air laut. Sehingga rasanya asin, dan dapat menimbulkan penyakit jika dikonsumsi.

Baca: Mahasiswa Asal Solo Diborgol di dalam Kereta, Ngamuk Saat Ditangkap Diduga Lakukan Pelecehan

"Sekarang sudah berjalan lancar atau normal semuanya. Tidak ada intrusi air lagi, ini sudah sejak dua hari yang lalu. Terakhir intrusi 295 mg/liter pada hari Senin (27/8). Sekarang sudah di bawah 250 mg/liter" tuturnya pada banjarmasinpost.co.id, Kamis (30/8/2018) siang.

Baca: Kisah Dayak Piani yang Dapat Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Tapin

Sebelumnya intrusi air di intake PDAM Bandarmasin di IPA (Instalasi Pengolah Air) Sungai Bilu mencapai lebih dari 850 mg/liter. 

PDAM Bandarmasih mempunyai tiga titik pengambilan air atau Intalasi Pengolah Air (IPA). Di antaranya yaitu IPA Sungai Bilu, IPA Sungai Tabuk, dan Irigasi yang di ambil dari Waduk Riam Kanan.

"Dari tiga titik pengambilan itu yang rentan bermasalah kadar garamnya itu di Sungai Bilu. Karena paling dekat dengan laut," tuturnya.

Baca: Walau Diadang Ombak, Pedangdut Banjarmasin Ini Justru Kangen Menyanyi di Pulai Karamian

Kadar garam yang diperbolehkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/4/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, hanya 250 mg per liter.

Jarak antara IPA Sungai Bilu dan Sungai Tabuk yaitu sekitar 15 km. IPA Sungai Bilu dan IPA Sungai Tabuk ini sumbernya sama, yaitu dari aliran Sungai Martapura.

Menurut Muhammad Nur Wakhid, saat ini kadar garam di Sungai Martapura sangat aman. Karena menurut pantauannya pada Kamis (30/8/2018) pukul 11.00 Wita, kadar garam di IPA Sungai Bilu hanya 17,73 mg per liter pada level 290 cm. "Alhamdulillah, ini aman banget," tutupnya.

 (banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help