Berita Kalteng

Dinkes Kalteng Temukan Satu Korban Meninggal Akibat Rabies

Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah dalam tahun 2018 ini menemukan satu kasus warga yang tewas akibat gigitan anjing yang mengidap Rabies.

Dinkes Kalteng Temukan Satu Korban Meninggal Akibat Rabies
banjarmasin post group/ faturahman
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Yayuk Indriarti. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah dalam tahun 2018 ini menemukan satu kasus warga yang tewas akibat gigitan anjing yang mengidap Rabies.

Kejadian tersebut sudah berlangsung sekitar dua bulan yang lalu di sebuah desa di Kabupaten Lamandau, bahkan sebelum korban tewas sempat menggigit anggota keluarganya.

Baca: Pemerintah Pastikan Angkat 100 Ribu CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksinya

Meski kasus seorang warga terjangkit Rabies hingga meninggal dunia di Lamandau, tetapi kasus gigitan anjing masih cukup banyak terjadi di Kalteng dan populasi anjing cukup banyak ada di Palangkaraya, mencapai 6.000 ekor berdasarkan informasi Distanak setempat.

Populasi anjing terus bertambah sehingga anjing liar maupun anjing piaraan yang dibiarkan berkeliaran makin,banyak di kompleks perumahan di Ibu Kota Kalteng ini, kerap menggigit warga yang beraktifitas di kompleks perumahan.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Jumat 31 Agustus 2018, Tim Basket Indonesia Main!

"Kebanyakan anjing dibiarkan lepas di kompleks perumahan sehingga memang membuat takut warga, sebab kerap menyerang warga dengan cara menggigit, ini selayaknya tangkap agar tidak mengganggu," ujar Halis salah satu warga Jalan Pausraya Palangkaraya, Jumat (31/8/2018).

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Yayuk Indriarti, membenarkan adanya satu warga di Lamandau yang tewas akibat terjangkit Rabies dan memang sempat menggigit keluarganya.

Baca: Driver Ojek Online Banjarmasin Ini Viral Setelah Dapat Order Fiktif Donat Rp 1,5 Juta

"Tapi sudah kami suntik dari pihak keluarganya yang digigit itu, kami berharap jika ada warga yang digigit anjing segera saja melaporkan atau di bawa ke rabies center sehingga bisa dilakukan penanganan," ujarnya.  (banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved