Gempa Lombok

Fakta Korban Gempa Lombok Diungkap Relawan Perkumpulan Kalimantan Supaya Bantuan Tepat Sasaran

Melaksanakan tugas sebagai relawan guna membantu korban gempa di Lombok, ternyata banyak fakta terungkap yang disaksikan secara langsung.

Fakta Korban Gempa Lombok Diungkap Relawan Perkumpulan Kalimantan Supaya Bantuan Tepat Sasaran
istimewa
Ketua Umum Perkumpulan Kalimantan Peduli M Reza Fahlipi alias Putra Pandawa bersama relawan dari Lombok Carity (LC) bersama anak-anak korban gempa di Lombok, Provinsi NTB. 

Pilih tenda darurat karena perasaan takut terjadi gempa susulan

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU  - Dari hasil berkeliling NTB sembari melaksanakan tugas sebagai relawan guna membantu korban gempa di Lombok, ternyata banyak fakta terungkap yang disaksikan dan dirasakan secara langsung.

Fakta kondisi korban gempa Lombok, Provinsi NTB dilaporkan relawan sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Kalimantan Peduli M Reza Fahlipi alias Putra Pandawa bersama relawan dari Lombok Carity (LC).

Pengungsi terbagi menjadi 3 kategori:

1. Terdampak
Mereka berada ditenda-tenda darurat baik tenda yang didirikan oleh pemerintah,relawan swasta,maupun oleh mereka sendiri karena rumah,harta,bahkan nyawa (sanak keluarganya) menjadi korban dari dampak yang ditimbulkan oleh gempa bumi.

2. Dampak
Mereka memilih tinggal sementara di tenda darurat karena rumahnya mengalami kerusakan (ringan-sedang) namun tidak kehilangan harta maupun keluarganya.

3. Dampak Psikologis
Tinggal sementara ditenda darurat atau pengungsian karena perasaan takut akan terjadinya gempa susulan (trauma) meskipun mereka tidak mengalami (poin 1 & 2).

Pagi hari mereka pulang kerumah masing-masing,beraktivitas dan menjelang sore mereka kembali ke tenda pengungsian.

"Pada fakta di lapangan baik bantuan dari pemerintah,swasta,maupun relawan-relawan sering lepas dari yang seharusnya meskipun banyak juga yang tepat sasarannya. Bantuan banyak diterima oleh mereka yang pada poin 2 & 3 sehingga menimbulkan konflik di masyarakat yang oleh pihak lain tidak dirasakan," ucap Putra Pandawa. 

Dikatakannya, prioritaskan poin 1 sebelum menjamah poin berikutnya dengan terjun langsung kelokasi pengungsian.

Serahkan bantuan setelah benar-benar diketahui kategori manakah sasaran yang akan dituju dengan cepat tanggap.

"Dari ketiga kategori diatas pada dasarnya semua laik dibantu namun porsinya saja yang membedakan serta kebutuhan apa saja yang perlu diberikan. Misalnya pada poin 3, pemberian logistik sah-sah saja namun pemberian trauma healing dari para psikiater lebih tepat daripada logistik yang berlebihan," katanya.

Dalam situasi dan kondisi seperti saat ini banyak orang yang memanfaatkan kesempatan untuk hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan karena berdampak merugikan semua orang.

(banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan)

Bersama anak anak korban gempa . Foto istimewa

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved