Gosipi

Juri America’s Got Talent Ini Kecanduan Seks, Mel B Sehari Tiduri 3 Pria, Apa Kecanduan Seks Itu?

Juri America’s Got Talent Ini Kecanduan Seks dan Sehari Tidur dengan 3 Pria, Apa Sih Kecanduan Seks Itu?

Juri America’s Got Talent Ini Kecanduan Seks, Mel B Sehari Tiduri 3 Pria, Apa Kecanduan Seks Itu?
(Just Jared/Americas Got Talent)
Empat juri Americas Got Talent, (dari kiri Howie Mandel, Mel B, Heidi Klum, Simon Cowell) memberikan standing ovation untuk aksi Demian Aditya.(Just Jared/Americas Got Talent) 

Pilihan pengobatan saat ini bertujuan untuk mengurangi dorongan yang berlebihan untuk berhubungan seksual dan untuk mendorong hubungan yang sehat.

Baca: Via Vallen Tetap Bahagia Meski Dikabarkan Tak Hadir di Penutupan (Closing Ceremony) Asian Games 2018

Pilihan perawatan yang tersedia untuk pecandu seksual adalah:

1. Organisasi swadaya, seperti Sex Addicts Anonymous, Sexaholics Anonymous, atau Compulsives seksual Anonymous

Organisasi ini menawarkan program-program untuk membantu individu dalam mengelola diri kondisi tersebut.

2. Program rawat inap

Baca: Jawaban Mengambang Kartika Putri Ditanya Menikah, Karput : Berita buruk Klarifikasi Berita Baik Amin

Ini tersedia untuk individu dengan berbagai gangguan adiktif.

Ini adalah program rawat inap, di mana orang tinggal di sebuah fasilitas dan menerima perawatan dari terapi khusus.

3. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Perawatan ini menyediakan berbagai teknik yang membantu individu mengubah perilaku mereka.

CBT dapat melengkapi seseorang untuk menghindari kambuh dari kecanduan seks dan memprogram ulang perilaku seksual yang berbahaya.

4. Obat, seperti Prozac

Baca: Deretan Konglomerat Banjiri Jonatan Christie Dkk dengan Barang Bermerek, Kekasih Maia Estianty?

Obat ini mungkin diresepkan untuk mengurangi dorongan seksual, tetapi obat tersebut belum disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) AS untuk mengobati kondisi ini.

Namun, yang terpenting dari semua perawatan adalah dukungan dari teman dan keluarga untuk sembuh dari kecanduan.

Kecanduan seksual, karena sifat tingkah laku, dapat menjadi sulit bagi orang lain untuk memahami dan mentolerir, terutama jika itu menyebabkan kerusakan dalam hubungan.

Namun, dukungan kuat yang diberikan membantu mengurangi perilaku destruktif dan risiko kambuh. (*)

Editor: Royan Naimi
Sumber: Intisari Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help