Berita Banjarmasin

Pelaksana Pembangunan Incinerator Limbah Medis Tunggu Hasil Rapat, Alasannya Begini

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin pernah membahas pembangunan incinerator ini dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin

Pelaksana Pembangunan Incinerator Limbah Medis Tunggu Hasil Rapat, Alasannya Begini
banjarmasinpost.co.id/rahmadhani
RSUD Sultan Suriansyah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelaksana pembangunan incinerator untuk limbah medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah Banjarmasin dan puskesmas serta pustu di Kota Banjarmasin belum juga ditetapkan.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Banjarmasin pernah membahas pembangunan incinerator ini dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Tempat Pemerosesan Akhir Sampah. Namun, belakakangan Kepala Dinas Lingkugan Hidup, Mukhyar, ragu pelaksanaan pembangunan incinerator di TPA Basirih bisa dilaksanakan melalui pos anggaran Dinas Lingkungan Hidup.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 4 di RCTI, MNC TV & Bein Sports

Rencananya, Senin (3/9) nanti, pemko akan merapatkan perihal pembangunan incinerator ini.

"Ada yang mengatakan di Dinas Kesehatan. Makanya, biar nggak salah kami akan rapatkan lagi soal ini," ujarnya.

Mukhyar merincikan, untuk pembangunan incinerator dianggarkan Rp 5 miliar. Rp 3 miliar digunakan untuk alat pemusnahan limbah medis (incinerator), sedangkan Rp 2 miliar sisanya untuk membangun prasarana dan mengurus izin amndal daro Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kota Banjarmasin.

Baca: Juri America’s Got Talent Ini Kecanduan Seks, Mel B Sehari Tiduri 3 Pria, Apa Kecanduan Seks Itu?

"Amadalnya Rp 700 juta kalo nggak salah. Alatnya tinggal pasang saja," bebernya.

Selain itu pemko juga bakal melanjutkan kembali pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah, di Jalan RK Ilir Kecamatan Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Selatan, pada tahun depan.

Berdasarkan penetapan KUA PPAS APBD 2019, pembangunan RSUD Sultan Suriansyah menjadi Rp 60 miliar. Anggaran Rp 60 miliar ini untuk membangun gedung tiga atau gedung induk setinggi 10 lantai.

Baca: UPDATE Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2018, Indonesia Terus Raih Medali, Kokoh di Urutan 4

Selan itu, dari anggaran itu, sebesar Rp 5 miliar untuk pembangunan incinerator. "Sisanya akan dianggarkan pada APBD Perubahan, jadi pada tahun 2019, target penyelesaian RSUD Sultan Suriansyah dapat terlaksana dan bisa operasional," ujar Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Dijelaskan Ibnu, pembangunan incinerator di TPA Basirih harus dilakukan karena terkait fasilitas rumah sakit. Apalagi, RSUD Ulin yang selama ini menerima limbah medis juga tak menerima lagi sampah medis dari rumah sakit mana pun. Praktis, Pemerintah Kota Banjarmasin memikirkan cara untuk membuang sampah medis rumah sakit. Di 26 puskesmas se Banjarmasin juga masih bergantung pada incinerator di RSUD Ulin Banjarmasin.

RSUD Sultan Suriansyah seharusnya tipe B,namun, agar dapat dioperasikan pada 2019 tipe rumah sakit diturunkan menjadi tipe C. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help