Mengintip Budaya Korea di ULM

Pusat Studi Korea di ULM Terbentuk dari Gagasan Pengusaha Industri Kayu

Pusko di ULM adalah pusat belajar bahasa dan kebudayaan yang awalnya digagas oleh seorang pengusaha industri kayu.

Pusat Studi Korea di ULM Terbentuk dari Gagasan Pengusaha Industri Kayu
banjarmasin post group/ NOOR MASRIDA
Ruangan Pusko ULM 

BANJARMASINPOST.CO.ID. BANJARMASIN - Pusat Studi Korea atau lebih akrab di telinga mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai Pusko adalah pusat belajar bahasa dan kebudayaan yang awalnya digagas oleh seorang pengusaha industri kayu.

Diresmikan tahun 2005, Pusko rupanya dibentuk atas gagasan Kim Jung Kwan, Direktur PT.IDS Elite, perusahaan yang bergerak di industri kayu.

Baca: Isu Cacing di Ikan Haruan di Kalsel Ternyata Benar, Begini Penjelasan Kepala Balai Perikanan

"Iya, awalnya itu Mr.Kim yang sudah lama memiliki perusahaan di sini, ingin memberikan kenang-kenangan kepada Kalimantan Selatan." terang Ary Achdyani, Kepala Pusat Studi Korea, Rabu, (29/08/2018) kepada Banjarmasinpost.co.id.

"Kebetulan Mr.Kim ini kerja sama dengan Pak Tidharta yang saat itu jabatan beliau sebagai ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum. Pak Tidharta punya akses ke yang lebih berwenang, beliau bantu ngusulkan tentang Pusko ini," tambah Ary.

Akhirnya, bulan November tahun 2005 Pusat Studi Korea itu diresmikan oleh rektor pengganti saat itu, Prof. Ir. Rasmadi serta Pembantu Rektor I, Prof Dr Ir Gusti Muhammad Hatta.

Baca: Driver Ojek Online Banjarmasin Ini Viral Setelah Dapat Order Fiktif Donat Rp 1,5 Juta

Sesuai kesepakatan, pihak ULM menyediakan bangunan sementara Kim Jung Kwan dan Tidharta memberikan bantuan awal berupa renovasi 5 ruangan, penyediaan meubelir (kursi, meja, rak buku, lemari) dan 5 Air Conditioner (AC) serta fasilitas pendukung lainnya.

Berkat Kim Jung Kwan pula, sejak diresmikan hingga tahun 2011, ULM bisa menjalin kerja sama dengan Universitas Kyung Hee dan Sang Ji.

"Jadi universitas Kyung Hee dan Universitas Sang Ji ini yang menyediakan media pembelajaran seperti buku dan juga tenaga sukarela," jelas pria yang pernah menjabat sebagai biro akademik di ULM tersebut.

Baca: Jadwal Lengkap Pertandingan Asian Games 2018 Jumat 31 Agustus 2018, Tim Basket Indonesia Main!

"Lalu sejak tahun 2011, Pusko mulai bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) melalui program World Friends Korea (WFK) yang sampai sekarang mendatangkan tenaga pengajar dari Korea ke Banjarmasin," tutup Ary.

Menariknya lagi, ULM adalah satu-satunya Universitas di Kalimantan yang memiliki Pusat Studi Korea.

Sementara total terdapat 5 Pusat Studi Korea yang tersebar di Indonesia yang 4 lainnya ada di Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, dan Universitas Hasanuddin Makassar yang juga bekerja sama dengan KOICA.

(banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved