Yayasan Adaro Bangun Negeri

Refreshment PHBK, Segarkan Ingatan Bagi Pendidik Karakter

Guru PAUD Gugus Borneo mengikuti kegiatan Refreshment guru PAUD binaan yang dijalankan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

Refreshment PHBK, Segarkan Ingatan Bagi Pendidik Karakter
istimewa/YABN
Guru PAUD Gugus Borneo mendapat penguatan konsep Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) dalam kegiatan Refreshment guru PAUD binaan yang dijalankan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Dinamika pendidikan terus berkembang, sementara tenaga pendidik harus mampu menyesuaikan diri terhadap kemajuan. Mengkolaborasikan tiga aspek dalam dunia pendidikan adalah salah satu strategi yang mumpuni, yaitu sekolah, orang tua dan guru.

Dalam pendidikan, orang tua memiliki peran sebagai wadah awal seorang anak dalam mendapat pendidikan dasar nilai dan norma di masyarakat serta menjadi wadah terbentuknya sikap anak. Orang tua juga memiliki peran sebagai pengawas dan mitra diskusi dengan lembaga pendidikan untuk mengembangkan pengetahuan serta psikomotorik, kognitif dan afektif anak.

Sekolah memiliki fungsi sebagai wadah pembentukan karakter peserta didik, namun fungsi dari sekolah ini tidak dapat terlepas dari dukungan tenaga pengajar yang dapat menerapkan pola pendidikan karakter yang baik. Sehingga guru berperan sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik anak.

Sebagai pengajar guru bertugas membimbing siswa memperkaya kecerdasan kognitif dan psikomotoriknya, belajar membaca, berhitung, menganalisa merupakan bagian dari fungsi guru dalam mengajar.

Sebagai pendidik guru bertugas membimbing pembentukan karakter peserta didiknya, kecerdasan afektif dan pengembangan mental siswa.

Memiliki kecakapan dan kemampuan sebagai pengajar sekaligus pendidik merupakan hal mendasar yang perlu dimiliki setiap guru untuk menghasilkan siswa yang tidak hanya pandai dalam bidang akademis namun juga memiliki karakter yang kuat.

Guru PAUD Gugus Borneo ini mendapat penguatan konsep Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) dalam kegiatan Refreshment guru PAUD binaan yang dijalankan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).
Guru PAUD Gugus Borneo ini mendapat penguatan konsep Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) dalam kegiatan Refreshment guru PAUD binaan yang dijalankan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN). (istimewa/YABN)

Setali tiga uang, di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, penguatan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dilakukan dalam wadah bersamaan. Merangkul 60 guru yang berasal dari kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur.

Guru-guru yang tergabung dalam perkumpulan guru PAUD Gugus Borneo ini mendapat penguatan konsep Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) dalam kegiatan Refreshment guru PAUD binaan yang dijalankan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

“Pendidikan Anak Usia Dini merupakan jenjang pendidikan yang diyakini memberi pengaruh yang sangat besar bagi masa depan seorang anak. Dengan memberikan stimulus yang baik, dengan mengenali dan mengembangkan potensi anak dengan benar kita dapat mengembangkan mereka sebagai generasi yang unggul di masa depan,” ungkap Rina Ermadeni, Koordinator Bidang Pendidikan YABN.

Lebih lanjut, Rina menjelaskan, salah satu kunci keberhasilan dari proses pendidikan di jenjang PAUD adalah kualitas guru pengajar dan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung dalam proses belajar mengajar. Oleh sebab itu pihaknya melakukan pendampingan dan dukungan bagi sejumlah sekolah yang ada di wilayah operasional PT. Adaro Indonesia.

“Sejak tahun 2011 kami telah menjalankan program pendampingan bagi sejumlah PAUD di 3 kabupaten dengan memberikan pelatihan intensive untuk meningkatkan kompetensi guru. Bekerjasama dengan Indonesian Heritage Foundation kami mengirim guru-guru pilihan untuk mendapat pelatihan pendidikan pembelajaran karakter, dan hari ini coba kembali kita kuatkan dalam pengembangan materi," tambah Rina.

Pada kegiatan yang dijalankan selama tiga hari (28-30/8/2018 ) di gedung Informasi Kabupaten Tabalong tersebut guru dari 20 sekolah terlihat antusias dengan mengikuti serangkaian intruksi yang diberikan oleh narasumber kegiatan.

Khairil Ganjar selaku pemateri menjelaskan bahwa 9 pilar pendidikan karakter seperti Cinta Tuhan dan Ciptaannya, Kedisiplinan, Hormat, Santun dan yang lain, dapat ditanamkan melalui dongeng salah satunya dengan media boneka tangan sehingga anak lebih mudah memahami.

Peserta diajarkan bagaimana melakukan olah vocal dalam mendongeng, teknik pengambilan nafas hingga bagaimana membuat banyak suara berbeda untuk memainkan karakter dalam dongeng yang dikisahkan.

“Nilai tambah dari sebuah dongeng adalah bagaimana menghidupkan suasana dan membuat anak-anak tenggelam dalam cerita. Kemampuan olah suara, eskpresi dan gestur tubuh harus dilakukan dengan baik sehingga anak dapat merasakan dan mengingat hal yang disampaikan oleh guru," ujar Khairil.

Selain teknik mendongeng pada kegiatan sejumlah guru PAUD juga melakukan serangkaian permainan mini outbond untuk meningkatkan kekompakan dan semangat guru dalam mengajar di kelas setiap harinya sehingga lebih menyenangkan.(aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved