Mengintip Budaya Korea di ULM

Rila Berani Chatting dengan Orang Korea Setelah Masuk Pusat Studi Korea di ULM

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di ULM bernama Rila mengaku mulai berani menggunakan bahasa Korea untuk chatting dengan orang Korsel

Rila Berani Chatting dengan Orang Korea Setelah Masuk Pusat Studi Korea di ULM
banjarmasin post group/ NOOR MASRIDA

BANJARMASINPOST.CO.ID. BANJARMASIN - Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di ULM bernama Rila mengaku mulai berani menggunakan bahasa Korea untuk chatting dengan orang Korea Selatan lewat aplikasi di internet.

Hal itu ia lakukan untuk mempraktekkan pelajaran bahasa Korea yang ia dapatkan di Pusat Studi Korea (Pusko).

"Kalau saya masih belajar di level dasar, jadi belum diajarkan sama songsaengnim. Tapi dari materi yang sudah dipelajari, saya sudah nyoba chattingan sama orang Korea, sambil translet juga sih," akunya sambil tertawa, Selasa (28/08/2018).

Baca: Pusat Studi Korea di ULM Terbentuk dari Gagasan Pengusaha Industri Kayu

Rila menuturkan, kesulitan yang ia alami saat belajar bahasa Korea adalah selain mempelajari bahasa, dia juga perlu mempelajari alfabet Korea.

"Apalagi tuturan bahasa untuk orang yang lebih dewasa dan seumuran beda penggunaan kalimatnya, nah untuk yang ini saya belum paham benar," lanjutnya.

Mahasiswa yang belajar di Pusat Studi Korea (Pusko) bisa langsung diajari oleh pengajar asal Korea Selatan.

Baca: Suvenir Hingga Interior Desainer Didatangkan dari Korea untuk Pusko di ULM

Pusko yang berada bekerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) setiap tahunnya sejak tahun 2011 selalu mendatangkan orang Korea Selatan sebagai sukarelawan untuk mengajar di sana.

"Saat ini songsaengnim (guru) sudah kembali ke Korea bulan Juni tadi. Namanya Yoon Hee Soo, sudah tiga tahun jadi relawan di Pusko ini. Untuk relawan baru mungkin akan datang sekitar bulan November, saat perkuliahan sudah aktif," ujar Rabi, staff Pusko.

Baca: Mahasiswa yang Belajar di Pusko Rata-rata Menyukai K-pop

Tapi jangan salah, tidak sembarangan mahasiswa bisa belajar langsung dengan songsaengnim.

"Kalau mau belajar sama songsaengnim itu harus masuk level intermediate dulu. Jadi kalau masih baru banget belum bisa, apalagi yang sama sekali nggak tahu baca tulis alfabet Korea," terang Rabi.

"Jadi kalau di awal-awal tuh yang ngajar masih staff pengajar dari mahasiswa saja," tuturnya.

Baca: Pemerintah Pastikan Angkat 100 Ribu CPNS 2018, Ini Bocoran Soal Seleksinya

Di Pusko level paling pertama disebut Ganada atau level baca tulis. Selanjutnya ada tahap dasar 1-5, dan di kelas Intermediate 1-2 lah mahasiswa akan diajari oleh songsaengnim asal Korea Selatan.

Sementara untuk naik level, mahasiswa perlu mengikuti tes yang diadakan setiap semester, mengikuti semester perkuliahan.

Tes itulah yang menentukan apakah mereka layak berada di level yang lebih tinggi atau tidak.

(banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved