Asian Games 2018

Ternyata Ada Pejabat yang Lapor Gratifikasi Tiket Asian Games 2018 ke KPK, Identitas Dirahasiakan

Susahnya mencari tiket Asian Games 2018 rupanya merembet ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kok bisa?

Ternyata Ada Pejabat yang Lapor Gratifikasi Tiket Asian Games 2018 ke KPK, Identitas Dirahasiakan
kompas.com
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat memberikan keterangan pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/11/2017). Febri Diansyah mengungkapkan bahwa KPK tengah mempertimbangkan mengambil langkah untuk memasukkan Ketua DPR RI Setya Novanto dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Susahnya mencari tiket Asian Games 2018 rupanya merembet ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kok bisa?

Ya, KPK menerima satu laporan dari seorang pejabat negara yang menolak gratifikasi berupa tiket Asian Games 2018.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah mengungkapkan, pejabat tersebut menerima pemberian tiket gratis Asian Games, namun ia menolak karena menganggap hal tersebut tidak pantas.

Baca: Isu Cacing di Ikan Haruan di Kalsel Ternyata Benar, Begini Penjelasan Kepala Balai Perikanan

Dia merasa pemberian tiket tersebut terkait dengan jabatannya.

"Tadi saya baru dapat informasi itu ada satu laporan ya. Satu pejabat yang melaporkan itu," ujar Febri di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/8/2018) malam.

Namun, Febri enggan mengungkap identitas pejabat dan asal instansinya.

Baca: Driver Ojek Online Banjarmasin Ini Viral Setelah Dapat Order Fiktif Donat Rp 1,5 Juta

Sebab, KPK berkewajiban melindungi pelapor gratifikasi dengan menutupi identitas mereka.

"Kami tidak bisa menyampaikan siapa dan dari instansi mana pelapor tersebut karena memang ada kewajiban bagi KPK untuk melindungi atau menutupi identitas dari pelapor ini untuk kepentingan perlindungan pelapor," kata dia.

KPK, kata dia, mengapresiasi pejabat negara yang melaporkan gratifikasi. Selain soal jumlah, Febri menekankan pentingnya semangat untuk tidak berkompromi dengan dengan aksi korupsi, salah satunya menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live ) Penutupan Asian Games 2018, 40 Ribu Tiket Ludes dan Kehadiran Jack Ma

"Itu bisa menjadi tindak pidana korupsi juga. Kita tahu laporan gratifikasi yang masuk ke KPK itu jumlah dan nilainya bisa beragam ada yang nilainya sampai puluhan miliar rupiah untuk satu laporan," katanya.

"Dalam laporan-laporan yang lain, ada juga yang nilainya dulu pernah laporan gratifikasi itu sangat kecil nilainya Rp 5.000 atau Rp 10.000 ketika ada 1 pegawai yang tidak mau menerima uang tips terkait dengan pelaksanaan tugasnya," ujar dia.

Baca: Klasemen Pebalap Jelang MotoGP Mizano Italia 2018, Valentino Rossi dkk Cari Setelan Mesin

Febri berharap aksi pelaporan gratifikasi ini menjadi contoh sekaligus gerakan moral untuk melawan korupsi dari hal-hal kecil. Para pejabat diimbau segera menolak jika diberikan gratifikasi guna mencegah adanya konflik kepentingan.

"Lebih baik sebenarnya bagi pihak-pihak, pejabat-pejabat untuk dari awal itu menolak secara patut secara baik-baik agar kemudian tidak terjadi konflik kepentingan ke depan atau risiko gratifikasi yang lain," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Sebut Seorang Pejabat Laporkan Gratifikasi Tiket Asian Games"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved