Asian Games 2018

Gagal Sumbang Medali, Fisik dan Mental Atlet Menembak Kalsel Disorot

Satu-satunya atlet menembak Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlaga di Asian Games 2018, Denny Pratama gagal menyumbang medali untuk Indonesia.

Gagal Sumbang Medali,  Fisik dan Mental Atlet Menembak Kalsel Disorot
istimewa
Atlet menembak Kalsel latihan di Lapangan tembak Perbakin Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Satu-satunya atlet menembak Kalimantan Selatan (Kalsel) yang berlaga di Asian Games 2018, Denny Pratama gagal menyumbang medali untuk Indonesia.

Bertanding di dua nomor yakni di nomor 10 meter air pistols men dan 10 meter air pistols mix berpasangan dengan atlet asal Bali, Almira, Denny hanya meraih posisi 23 untuk perorangan dan 33 di nomor campuran.

Tim monitoring Satgas Wasaka cabor menembak, Dr Tri Irianto mengungkapkan, Denny harus melakukan enam seri tembakan.

"Pada seri 1 dan seri 2, Denny mengumpulkan masing-masing nilai 96. Namun di seri 3 nilainya menurun menjadi 94 dan lebih anjlok di seri 4 dengan nilai 92, menurunnya bidikan Denny ini disebabkan faktor mental yang gugup juga fisik, daya tahan dan kekuatan otot lengan terganggu," terangnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Video Lucinta Luna Peluk Mesra Atlet Voli Hongkong, Man Sing Lee Bikin Heboh: Kompak Pakai Putih

Baca: Tim Futsal Poliban Siap Berlaga di Porseni XII Politeknik 2018, Lakukan Persiapan Setahun

Namun setelah tembakan di seri 5, ditambahkannya motivasi Denny kembali sehingga mengumpulkan nilai 97, disusul nilai tembakan terakhir di seri 6 dengan 95, sehingga total nilai yang dikumpulkan sebanyak 570.

"Nilai tersebut cukup jauh dibandingkan latihan yang dilakukan Denny satu bulan sebelum pertandingan, yakni mencapai 581 hingga 587, pada fase ini Denny telah mencapai puncak performa," jelas pria yang disapa Tri ini.

Tidak adanya psikologi di tim Indonesia menjadi sebagian faktor yang melatarbelakangi kegagalan Denny. Menurut Tri, peran pelatih juga dirasa kurang saat Denny mengalami penurunan nilai tembakan.

Baca: 7000 Peserta Meriahkan Sepeda Nusantara, Mulai Dari Penyandang Disabilitas, Pelajar, hingga Umum

"Tidak ada instruksi maupun intervensi pelatih saat Denny terpuruk. Ke depannya terutama untuk PON nanti kami berharap, peran pelatih sangat diperlukan untuk mengintervensi atlet di saat jeda," imbuhnya.

Selain itu lanjut Tri, kegagalan Denny di Asian Games 2018 ini lantaran kurangnya pengalaman bertanding di kompetisi internasional. Sehingga prestasinya tidak konsisten pada pertandingan yang berdurasi 75 menit tersebut. (banjarmasinpost.co.id/mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help