Berita HST

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna

Jika cuaca sedang panas, sekitar pukul 11 hingga pukul 14.00 wita, airnya berwarna biru laut saat diterpa sinar matahari.

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pengujung di Gua Libuhang, Desa Haliau Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (1/9/2018) 

Di dalam gua juga terdapat tali dari akar pohon, yang bisa dipanjat dengan kekuatan sampai tiga orang. Tapi akar pohon itulah yang sering digunakan pengunjung untuk berfoto-foto ala film tarzan. Adi menyatakan, akan mengembangkan lebih baik lagi objek wisata tersebut, dengan meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung. Seperti membangun toilet dan musala kecil untuk salat.

Letak wisata gua Limbuhang sendiri, berdekatan dengan water Park di area objek wisata outbond Baruh Bunga, yang juga dikelola swasta, dengan status kepemilikan milik pribadi.


Pengunjung menikmati gua menggunakan perahu karet (Banjamasinpost.co.id/Hanani)

Bagaimana mencapai gua Limbuhang? Dari Barabai, kota Kabupaten HST, bisa menggunakan mobil maupun kendaraan roda dua. Jarak dari Barabai ke Haliau, sekitar delapan kilometer, melewati Pagat Kecamatan Batubenawa. Sebelum ke area gua, pengunjung memarkir kendaraannya di area yang telah disediakan, selanjutnya berjalan kaki sekitar 15 menit menaiki dan menuruni bukit dengan tangga tanah yang sudah diratakan.

Baca: Jadwal Live SCTV Real Madrid vs Leganes Liga Spanyol Pekan 3 Malam Ini : Menunggu Aksi Mariano Diaz

Baca: Live Beinsport 1! Cara Nonton Live Streaming Leicester City vs Liverpool Liga Inggris Pekan 4 di HP

Nunui, Salah satu pengunjung dari Barabai, mengatakan baru satu kali ini berkunjung ke Gua Limbuhang.

"Sebagai warga Barabai, saya ikut bangga, karena daerah kita memiliki banyak potensi wisata yang masih terpendam, dan layak dikunjungi dan ditawarkan ke luar daerah. Khususnya gua Limbuhang ini, sangat mudah diakses. Guanya unik dan indah dan masih alami. Senmoga pengelolanya bisa mengembangkan lebih baik lagi,terutama untuk fasilitas pendukungnya, seperti musala dan toilet" kata Nunui.


Pengunjung bergelantungan di akar pohon merambat di atas telaga di dalam gua (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Dia juga berharap, pengunjung tetap berpartisipasi menjaga kebersihan lokasi dengan tak membuang sampah sembarangan. Terutama di sekitar gua, agar kemurnian airnya tetap terjaga. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help