Berita HST

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna

Jika cuaca sedang panas, sekitar pukul 11 hingga pukul 14.00 wita, airnya berwarna biru laut saat diterpa sinar matahari.

Gua Limbuhang, Objek Wisata Baru di HST Kini Ramai Dikunjungi, Air Telaganya Bisa Berubah Warna
banjarmasinpost.co.id/hanani
Pengujung di Gua Libuhang, Desa Haliau Kecamatan Batubenawa, Hulu Sungai Tengah, Sabtu (1/9/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Objek wisata Alam di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang terpendam, kini kembali viral di media sosial, khususnya kalangan nitizen Bumi Murakata. Sebuah gua, di Desa Haliau, Kecamatan Hulu Sungai Tengah, menjadi ramai dikunjungi, lantaran keindahan dan keunikannya.

Gua yang berada di bawah bukit dengan ketinggian sekitar 50 meter tersebut, menawarkan kesejukan dari balik dinding batu, serta air telaga mini di bawahnya.

Jika cuaca sedang panas, sekitar pukul 11 hingga pukul 14.00 wita, airnya berwarna biru laut saat diterpa sinar matahari. Namun, saat cuaca teduh atau agak gelap, airnya berubah warna menjadi biri kehijauan.

Sabtu (1/9/2018), Banjarmasinpost.co.id mengunjungi gua tersebut dan merasakan hawa sejuk seperti di ruang berpendingin udara.

Baca: Deddy Mizwar Buka Suara Soal Jadi Juru Bicara Jokowi-Ma’ruf untuk Pilpres 2019, Keinginan Naga Bonar

Baca: Update Klasemen & Perolehan Medali Asian Games 2018, Brunei dan 7 Negara Pulang Tanpa Medali?

Baca: Klasemen & Perolehan Medali Indonesia di Asian Games 2018 pada 1 September, Takraw Sumbang Emas

Objek wisata baru tersebut mulai ramai dikunjungi, setelah sang pemilik lahan memperkenalkannya ke publik nelalui akun media sosialnya. Sebelumnya, sang pemilik lahan, yang juga pengelola, Rosadi yang akrab disapa Adi, terlebih dahulu membangun infrastruktur akses menuju gua.

Selain menyediakan tempat parkir, Adi juga membangun titian penyerangan sungai kecil menuju gua, yang terbuat dari papan kayu. Beberapa tanjakan maupun turunan menuju gua tanahnya dia papas menjadi bertangga-tangga, sehingga mudah didaki dan dituruni tanpa bantuan tali untun memanjat dan turun.

"Setelah akses ke gua siap, baru saya kenalkan ke publik melalui medsos, dan Alhamdulillah sekarang pengunjungnya banyak. Terutama Sabu dan Minggu,"kata pria yang mengaku lulusan SMA ini.


Pengunjung menikmati gua menggunakan perahu karet (Banjamasinpost.co.id/Hanani)

Untuk biaya masuk area wisata, Adi hanya mengenakan tarif Rp 5.000, plus parkir Rp 5.000 yang dia kelola bersama warga setempat. Di dalam gua, tersedia perahu karet berkapasitas empat orang dilengkapi alat dayung. Jika ingin menyusuri gua dengan perahu karet, cukup bayar Rp 5.000 untuk 15 menit jika pengunjung sedang banyak.

"Tapi jika pengunjung sepi, boleh sepuasnya. Pemandu kami akan membantu. Bisa pula mendayung sendiri,"kata Adi. Di telaga dalam gua tersebut pengujung dilarang mandi, mengingat kedalaman air diperkirakan mencapai 50 meter.

Baca: Jadwal MotoGP Misano Italia 2018 Live Trans 7, Yamaha Jawab Tudingan Marc Marquez

Baca: Jadwal Piala Indonesia PSBI Blitar vs Persebaya Surabaya Live di RCTI dan JTV, Laga Tanpa Penonton!

Di dalam gua juga terdapat tali dari akar pohon, yang bisa dipanjat dengan kekuatan sampai tiga orang. Tapi akar pohon itulah yang sering digunakan pengunjung untuk berfoto-foto ala film tarzan. Adi menyatakan, akan mengembangkan lebih baik lagi objek wisata tersebut, dengan meningkatkan pelayanan terhadap pengunjung. Seperti membangun toilet dan musala kecil untuk salat.

Letak wisata gua Limbuhang sendiri, berdekatan dengan water Park di area objek wisata outbond Baruh Bunga, yang juga dikelola swasta, dengan status kepemilikan milik pribadi.


Pengunjung menikmati gua menggunakan perahu karet (Banjamasinpost.co.id/Hanani)

Bagaimana mencapai gua Limbuhang? Dari Barabai, kota Kabupaten HST, bisa menggunakan mobil maupun kendaraan roda dua. Jarak dari Barabai ke Haliau, sekitar delapan kilometer, melewati Pagat Kecamatan Batubenawa. Sebelum ke area gua, pengunjung memarkir kendaraannya di area yang telah disediakan, selanjutnya berjalan kaki sekitar 15 menit menaiki dan menuruni bukit dengan tangga tanah yang sudah diratakan.

Baca: Jadwal Live SCTV Real Madrid vs Leganes Liga Spanyol Pekan 3 Malam Ini : Menunggu Aksi Mariano Diaz

Baca: Live Beinsport 1! Cara Nonton Live Streaming Leicester City vs Liverpool Liga Inggris Pekan 4 di HP

Nunui, Salah satu pengunjung dari Barabai, mengatakan baru satu kali ini berkunjung ke Gua Limbuhang.

"Sebagai warga Barabai, saya ikut bangga, karena daerah kita memiliki banyak potensi wisata yang masih terpendam, dan layak dikunjungi dan ditawarkan ke luar daerah. Khususnya gua Limbuhang ini, sangat mudah diakses. Guanya unik dan indah dan masih alami. Senmoga pengelolanya bisa mengembangkan lebih baik lagi,terutama untuk fasilitas pendukungnya, seperti musala dan toilet" kata Nunui.


Pengunjung bergelantungan di akar pohon merambat di atas telaga di dalam gua (Banjarmasinpost.co.id/Hanani)

Dia juga berharap, pengunjung tetap berpartisipasi menjaga kebersihan lokasi dengan tak membuang sampah sembarangan. Terutama di sekitar gua, agar kemurnian airnya tetap terjaga. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved