Berita Banjarmasin

Kisah Perjuangan Navisa, Penderita Campak dan Rubella Asal Banjarbaru yang Menginspirasi

Orangtua Navisa, Utami mengatakan bahwa penyakit Campak dan Rubella sangat bebahaya bagi anak-anak, terutama Rubella.

Kisah Perjuangan Navisa, Penderita Campak dan Rubella Asal Banjarbaru yang Menginspirasi
banjarmasin post group/ airul syarif
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalsel, dr Indra Wijaya Himawan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hingga saat ini penyakit Measles dan Rubella masih menjadi momok. Bahkan dampaknya dirasakan langsung oleh bayi asal Kota Banjarbaru, Navisa (9 bulan)

Orangtua Navisa, Utami mengatakan bahwa penyakit Campak dan Rubella sangat bebahaya bagi anak-anak, terutama Rubella yang telah menimpa anaknya yang ketiga, Navisa (9 bulan).

Baca: Link Live Streaming SCTV, Indosiar & Jadwal Final Sepakbola Asian Games 2018 Korsel Vs Jepang

"Ketahuan kena Rubella ini waktu umur empat hari ini kelihatan ada kelainan di mata kirinya, ada selaput. Dikira katarak, setelah cek laboratorium ternyata terinfeksi Rubella. Matanya itu berselaput. Yang kiri ini sudah di operasi, kalo yang kanan ini masih evaluasi, karena kataraknya baru tumbuh kemarin," tutur Utami. Saat ini Navisa sedang dilakukan berobat jalan.

Kondisi Navisa terlihat beberapa kali meneteskan air mata. Di hidungnya pun di pasang selang.

"Ya gini mas keadaannya. Ini kan kenanya di matanya dua-duanya katarak, pendengarannya terganggu, jantungnya bocor, tumbuh kembangnya terhambat, dan juga gizi buruk. Dan ini ternyata sangat berbahaya sekali," ujarnya.

Baca: Jadwal MotoGP Mizano Italia 2018, Jorge Lorenzo Tak Sabar Tandem dengan Marc Marquez

Dirinya juga menghimbau masyarakat supaya lebih memperhatikan dan waspada lagi tentang penyakit ini. Yang dapat menginfeksi ibu hamil, karena ini penyakitnya bisa komplikasi untuk anak yang lahir. "Ya, supaya tidak ada lagi Navisa-Navisa lain yang lahir di Kalimantan Selatan," tuturnya.

Perempuan asal Banjarbaru ini terlihat terbata-bata dalam menyampaikan musibah yang menimpa anaknya.

Dirinya dengan sendirinya ingin menyampaikan dan mensosialisasikan kepada para hadirin yang datang tentang bahaya penyakit Rubella ini.

Ya, Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020.

Baca: Jadwal Lengkap Liga Europa 2018-2019, Pembuktian Tim Medioker

Maka dari itu upaya untuk mengkampanyekan imunisasi Measles Rubella (MR) akan selalu digaungkan. Mengingat bahaya yang ditumbalkan sangat berbaya serta dapat menyebabkan kematian.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Kalsel, dr Indra Wijaya Himawan, mengatakan bahwa penyakit Campak dan Rubella ini sangat berbahaya terhadap anak. Dan jika penyakit ini sudah terjadi, maka tidak bisa diobati lagi.

"Lebih baik kita mencegah dari pada mengobati ya, terhadap penyakit bawaan ini. Penyakit campak ini bisa menyebabkan komplikasi yang berat jika kondisi tubuhnya rendah, seperti radang paru, gangguan telinga, diare, dehidrasi, radang otak, bahkan sampai kematian. Sedangkan Rubella itu bisa besar akibatnya jika sampai menginveksi ibu-ibu yang hamil muda. Dan itu bisa mengakibatkan cacat bawaan seperti tuli, kepalAnya kecil, jantung bocor dan jika itu terjadi, maka tidak bisa terobati, karena sudah terjadi," tuturnya saat ditemui banjarmasinpost.co.id disela kegiatan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan Program Imunisasi Secara Terpadu oleh Dinas Provinsi Kalimantan Selatan, di Hotel Ratan Inn, Banjarmasin, Jumat (31/8/2018) siang.

Baca: Live Streaming Korea Selatan vs Jepang Final Sepak Bola Asian Games 2018 via Streaming Vidio.com

Menurutnya imunisasi yang dilakukan terhadap remaja saat ini dilakukan  untuk menimbulkan kekebalan. Sehingga mereka tidak menderita, dan tidak menjadi sumber infeksi Campak dan Rubella. (banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved