Berita Banjarmasin

MUI Kalsel Ikuti Keputusa Pusat, Ikut Sosialisasikan Imunisasi MR

Perlu diketahui bahwa belum lama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 33

MUI Kalsel Ikuti Keputusa Pusat, Ikut Sosialisasikan Imunisasi MR
Airul Syahrif
KH Husin Nafarin MA saat pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan Program Imunisasi Secara Terpadu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, di Hotel Ratan Inn, Banjarmasin, Jumat (31/8/2018) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella pada tahun 2020. Maka dari itu upaya untuk mengkampanyekan imunisasi Measles Rubella (MR) akan selalu digaungkan.

Perlu diketahui bahwa belum lama ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 33 tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin Measles Rubella (MR) Produk dari Serum Institute of India (SII) untuk Imunisasi.

Dalam fatwa ini dijelaskan bahwa menggunaan vaksin MR produk dari SII hukumnya haram, karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi. Namun pada saat ini penggunaan vaksin MR produk dari SII dibolehkan (mubah) oleh MUI, karena beberapa hal. Di antaranya yaitu karena adanya kondisi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah), dan belum ditemukannya vaksin MR yang halal dan suci.

Baca: Jadwal MotoGP Mizano Italia 2018, Jorge Lorenzo Tak Sabar Tandem dengan Marc Marquez

Ketua MUI Provinsi Kalimantan Selatan, KH Husin Nafarin MA mengatakan bahwa dalam proses pembuatan vaksin MR memang bersentuhan dengan sesuatu hal yang tidak halal bagi umat Islam.

Tetapi, kita tidak tertutup untuk menggunakannya ketika tidak ada jalan lain. Dan semoga pemerintah terus berusaha mendapat vaksin yang halal, walaupun itu tidak mudah.

Baca: Jonatan Christie Spontan Buka Baju di Asian Games 2018, Najwa Shihab: Spontan Cuma Sekali

"Kami tidak berhak memutuskan, karena itu keputusan Nasional. Dan kami tentu menuruti dengan keputusan pusat, dengan membolehkan penggunaan vaksin MR karena tidak ada jalan lain, selama darurat dan maslahat," terangnya saat ditemui seusai kegiatan Pertemuan Sosialisasi Pelaksanaan Program Imunisasi Secara Terpadu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, di Hotel Ratan Inn, Banjarmasin, Jumat (31/8/2018) pagi.

Dirinya menjelaskan bahwa penggunaan vaksin ini diperbolehkan karena darurat dan maslahat. Darurat dalam artian dapat menyebabkan kematian, dan maslahat untuk mencegah terjadinya cacat.

MUI Kalsel pun turut serta dalam mensosialisasikan program ini. Karena menurut KH Husin Nafarin umat Islam banyak berpegang pada MUI.

Baca: Live Streaming Korea Selatan vs Jepang Final Sepak Bola Asian Games 2018 via Streaming Vidio.com

Dirinya berharap dengan penggunaan vaksin ini agar anak generasi selanjutnya tidak cacat apalagi meninggal. Tetapi jika ada vaksin yang halal bisa beralih dari situ, meskipun tidak mudah membuat vaksin yang halal tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help