Tajuk

Pesta Jangan Berakhir

Mereka yang tak sempat menonton pertandingan dan mempunyai telepon pintar bisa menyaksikan laga yang diinginkan melalui internet

Pesta Jangan Berakhir
tribunbogor.com/kolase
Jonatan Christie dan Lindswell Kwok peraih medali emas Asian Games 2018 

BESOK, pesta itu usai. Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang sejak 18 Agustus lalu, berakhir Minggu, 2 September 2018.

Bagi negeri ini, ajang olahraga terbesar se-Asia itu benar-benar sebuah pesta. Rakyat negeri ini gegap-gempita menyaksikan berbagai pertandingan dari beragam cabang olahraga. Berbagai pertandingan disiarkan di televisi, mulai pagi hingga pagi lagi. Sedang data dan ulasan para pengamat secara panjang lebar didapat di koran.

Mereka yang tak sempat menonton pertandingan dan mempunyai telepon pintar bisa menyaksikan laga yang diinginkan melalui internet. Bagi yang memiliki uang lebih, bisa terbang ke Jakarta dan Palembang untuk menyaksikannya secara langsung.

Baca: UPDATE Klasemen Perolehan Medali Asian Games 2018 Pukul 23.40, 263 Medali China Kunci Juara Umum

Jakarta, yang bagi sebagian orang tak menarik lagi dikunjungi karena kepadatan dan kesemrawutannya, menjadi sangat menarik untuk didatangi saat Asian Games. Di sana, berbagai cenderamata bisa didapat. Apalagi ini ajang empat tahun sekali.

Rakyat negeri ini patut berpesta dengan siaran dan berita olahraga serta pernak-perniknya setelah dijejali tayangan politik. Apalagi di tengah perekonomian yang serbasulit. Sembako makin mahal, elpiji kerap sulit didapat, harga rumah yang sulit dijangkau, di saat lapangan kerja yang makin sempit. Setidaknya dengan menonton bersama pertandingan bulutangkis dan sepakbola atlet Indonesia, kita bisa berteriak dan melupakan sejenak kesulitan hidup.

Baca: Utak Atik Jadwal Lengkap Undian Liga Champions 2018-2019, Barcelona & PSG Berada di Grup Maut

Apalagi nuansa pesta bisa dirasakan lebih lama mengingat banyak medali yang diperoleh atlet negeri ini. Para pejuang olahraga Indonesia sampai dengan Jumat, 31 Agustus, telah merebut 90 medali yang terdiri atas 30 emas, 23 perak, dan 37 perunggu.

Kendati pertandingan masih berlangsung, peringkat perolehan medali untuk lima besar takkan berubah. China di peringkat pertama, disusul Jepang, Korea Selatan, Indonesia di peringkat empat, dan Iran posisi kelima.

Ini suatu prestasi yang sangat luar biasa bagi Indonesia mengingat pada Asian Games 2014 negeri ini berada di peringkat 17. Ketika itu Indonesia hanya mendapatkan 20 medali yakni empat emas, lima perak, dan 11 perunggu.

Negara-negara yang disalip Indonesia tentu saja menggerutu. Iran bahkan mengajukan protes resmi kepada Dewan Olimpiade Asia atau Olympics Council of Asia (OCA) mengenai masuknya silat sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Padahal Asian Games 2014 tidak ada silat. Ini karena Indonesia hampir meraup seluruh medali emas silat. Dari 16 medali emas, 14 medali direbut Indonesia. Sisanya didapat Vietnam.

Sebenarnya protes ini telat. Mengapa tidak sebelumnya dilakukan? Indonesia tentunya harus siap-siap silat tak dipertandingkan pada Asian Games 2022. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin negeri ini akan kembali ke peringkat 17.

Sebagai tuan rumah yang baik, menjamu tamu dengan baik itu sudah sebuah kesuksesan. Sedang naik peringat itu adalah bonus. Kehebatan pembinaan dan atlet negeri ini bisa lebih dibuktikan di ajang internasional di negara lain. Tentu saja ini perlu perjuangan. Dengan demikian pesta itu tak berakhir tahun ini saja. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved