Olahan Urine Sapi Ala Petani Tanahbumbu

Begini Cara Petani Tanahbumbu Olah Urine Sapi Jadi Pestisida Alami

Kreasikan urine sapi sebagai bahan baku utama pembuatan pestisida alami, ada beberapa langkah yang dilakukan para petani di Tanahbumbu

Begini Cara Petani Tanahbumbu Olah Urine Sapi Jadi Pestisida Alami
istimewa
Para petani anggota Kelompok Tani Sidodadi asal Desa Karang Mulya, Kabupaten Tanahbumbu persiapkan alat tanam padi organiknya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kreasikan urine sapi sebagai bahan baku utama pembuatan pestisida alami, ada beberapa langkah yang dilakukan para petani di Tanahbumbu, Kalsel hingga jadi produk siap pakai.

Para petani di Desa Karangmulya, Tanbu Kalsel beberapa tahun gunakan pestisida dari urine sapi dan kini produknya mulai dilirik para petani di daerah lainnya di Kalsel.

Dijelaskan Pengurus Kelompok Tani di desa ini, karyani cara pembuatan pestisida alami ini dimulai dengan proses penampungan urine sapi.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Adu Komentar Marquez dan Bos Yamaha

Dengan medang miring yang sengaja dibuat pada lantai semen kandang sapi, urine sapi dialirkan melalui saluran dan ditampung dalam wadah bertutup.

Namun wadah yang digunakan tidak dianjurkan berbahan besi karena bisa mengganggu proses reaksi fermentasi urine sapi yang diinisiasi MA11.

Setelah terkumpul sebanyak 200 liter setelah kurang lebih selama dua hingga tiga hari, urine sapi langsung dicampurkan bahan Microbacter Alfaafa (M11) untuk difermentasi.

Selesai di fermentasi selama dua hari, produk pestisida alami ini selanjutnya dicampur dengan air untuk selanjutnya digunakan.

Baca: Jadwal Lengkap dan Rundown Penutupan (Closing Ceremony) Asian Games 2018, Jokowi Tak Hadir

"Perbandingannya satu liter pestisida alami ini dicampur dengan air sebanyak 12 liter air," kata Karyani.

Untuk satu hektare lahan tanaman padi, Karyani anjurkan untuk gunakan 120 liter pestisida yang sudah dicampur air ini.

"Satu liter pestisida sebelum dicampur air hanya Rp 2.500, jadi untuk satu hektare hanya keluarkan biaya Rp 25 ribu jauh lebih hemat dibanding membeli pestisida umum," kata Karyani.

(banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help