Berita Banjarmasin

Gaptek Teknologi, Warga Ini Malah Belum Kenal Aplikasi Ayoke Banjarmasin

Bahkan, sejak diluncurkan hingga sekarang, tak ada satu pun pemesan kelotok menggunakan aplikasi ini.

Gaptek Teknologi, Warga Ini Malah Belum Kenal Aplikasi Ayoke Banjarmasin
Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Sejumlah klotok di Sungai Martapura depan Siring Pierre Tendean Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak hanya masyarakat saja yang belum familiar dengan aplikasi Ayoke Banjarmasin, namun juragan kelotok juga.

Bahkan, sejak diluncurkan hingga sekarang, tak ada satu pun pemesan kelotok menggunakan aplikasi ini.

Syaibani atau yang lebih dikenal dengan nama Usai, satu dari 88 juragan kelotok yang ada di Banjarmasin.

Baca: Aplikasi Go-Klotok Belum Terkenal, Warga Pilih Datangi Klotok di Dermaga

Ia juga belum melek teknologi. Tapi ia punya aplikasi dan andorid. Soal cara penggunaannya ia minta anaknya membantu.

Selebihnya, Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, punya admin penyedia layanan online. Jika ada pemesan admin akan meneruskan ke juragan kelotok.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Adu Komentar Marquez dan Bos Yamaha

Aplikasi ini merupakan penyedia layanan kelotok di Banjarmasin. Februari lalu Pemko Banjarmasin meluncurkan aplikasi ini.

Aplikasi ini lebih dikenal dengan Go-Klotok. Ya, Ayoke Banjarmasin menyediakan layanan sewa kelotok untuk berwisata di Banjarmasin.

Baca: Cover Lagu Via Vallen, Jannine Parawie Weigel Hadiri Closing Ceremony Asian Games 2018

Namun, baru tiga rute yang dilayani yakni yakni Pulau Kembang dengan tarif Rp 450 ribu, Lokbaintan Rp 400 ribu, dan Kuin Kecil Rp 500 ribu.

Sampai sekarang, Usai mengaku belum pernah mendapat pesanan melalui Go-Klotok.

"Orang lebih banyak pesan secara langsung via telpon atau datang ke dermaga," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help