Berita Banjarmasin

Go-Klotok Belum Mencuri Perhatian Warga, Begini Pengakuan Dinas Pariwisata

sampai saat ini aplikasi Go-Klotok kalah populer dibanding dengan aplikasi penyedia jasa transportasi lain.

Go-Klotok Belum Mencuri Perhatian Warga, Begini Pengakuan Dinas Pariwisata
BANJARMASINPOST.co.id/abdur rahim
Kelotok di Siring Pierre Tendean 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aplikasi Go Klotok belum diminati warga Kota Banjarmasin hingga saat ini. Bahkan, warga justru memilih memesan secara langsung.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi, mengakui jika sampai saat ini aplikasi Go-Klotok kalah populer dibanding dengan aplikasi penyedia jasa transportasi lain.

Agar aplikasi Go-Klotok tetap jalan, Jimmy sapaan akrabnya, menerapkan sistem by order. Sistem ini, dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin.

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Mizano Italia 2018 Live Trans 7, Adu Komentar Marquez dan Bos Yamaha

Disbudpar memiliki operator khusus untuk melayani order dari Go-Klotok. Dijelaskan Jimmy, sebenarnya, Go-Klotok bukan nama aplikasinya. Aplikasi sebenarnya adalah Ayoke Banjarmasin.

Hanya saja, lebih mudah menyebut Go-Klotok. Sebab, dalam aplikasi Ayoke Banjarmasin ada flatfrom penyedia layanan kelotok.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans7 MotoGP Italia 2018 Sirkuit Misano - Memori Valentino Rossi

Selain itu, persoalan Go Klotok tak berjalan karena terkendala sumber daya manusianya. Dari 88 jurangan kelotok binaan Disbupar hanya 40 saja yang melek teknologi.

40 jurangan kelotok ini pun tak semuanya bisa menggunakan android. Semuanya masih dalam tahap belajar.

"Di Bali aplikasi penyedia layanan serupa juga tidak begitu poluler. Kami sadar belum bisa menyaingi aplikasi sekelas Go Jek atau Grab," bebernya.

Baca: Live Streaming SCTV Closing Ceremony Asian Games 2018 - Tayang Indosiar, TV One, Kompas TV, Trans7

Pariwisata di Banjarmasin tak hanya mengandalkan aplikasi. Agar pengunjung bisa mengakses kelotok kapan pun Disbudpar menerapkan jaga kelotok dari pukul 05.00 Wita sampai 22.00 Wita.

"Jadi wisatawan tidak disulitkan," ujarnuya

Kepala Dinas Komunikasi dan Infomasi Kota Banjarmasin, Hermansyah, mengatakan populernya aplikasi tergantung download.

Menurutnya, setiap orang bebas menentukan kenyamanan untuk order baik secara online maupun langsung. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved