Berita Internasional

Kisah Dibalik Kapal Bendera Indonesia yang 'Gentayangan' di Perairan Myanmar Terungkap

Cerita di balik kapal peti kemas berbendera Indonesia,Sam Ratulangi P600 yang menggegerkan karena terdampar di Myanmar perlahan-lahan terungkap.

Kisah Dibalik Kapal Bendera Indonesia yang 'Gentayangan' di Perairan Myanmar Terungkap
Yangon Police/Facebook
Kapal barang Sam Ratulangi PB 1600 disebutkan dalam keadaan laik jalan. 

Mereka kemudian berhasil menemukan kapal derek bernama Independence, sekitar 80km lepas pantai Myanmar. Dan di dalamnya terdapat 13 awak kapal berkebangsaan Indonesia.

Baca: Inilah Atlet Perempuan yang Raih Medali Terbanyak di Asian Games 2018, Kantongi 6 Medali Emas

Sesudah menanyai ke-13 ABK Indonesia itu, terungkap bahwa mereka sudah menarik kapal Sam Ratulangi sejak 13 Agustus, dengan tujuan sebuah pelabuhan di Bangladesh, tempat sebuah pembongkaran besi tua.

Namun akibat cuaca buruk, sejumlah kabel penarik terputus, dan akhirnya mereka memutuskan untuk melepaskan kapal itu.

Pemilik kapal derek itu berkebangsaan Malaysia, lapor situs berita Eleven Myanmar.

Disebutkan, pihak berwenang masih menyelidiki lebih jauh kejadian ini.

Baca: Hasil Inter Milan vs Bologna Liga Italia 2018, Pemain Berdarah Indonesia Cetak Gol di Laga Debut

Bangladesh memiliki industri pembongkaran kapal tua yang besar: ratusan kapal dibongkar di Chittagong setiap tahunnya.

Industri itu menimbulkan kontroversi, karena dianggap membahayakan para pekrja, dan tak memiliki aturan yang memadai.

Kapal Sam Ratulangi P600 itu disebutkan asalnya milik Djakarta Lloyd, BUMN bidang pelayaran angkutan kargo kontainer dan curah.

"Kapal itu bulan Mei lalu resmi dijual melalui lelang, dalam keadaan rusak berat" kata seorang sumber di Djakarta Lloyd.

Baca: Hasil Manchester City vs Newcastle United Liga Inggris 2018, Berkah Permainan Apik Sterling

Ia mengatakan masih sedang berkoordinasi dengan perusahaan lelang untuk memperoleh informasi lebih jauh dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum bisa memberi keterangan resmi.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved