Berita Regional

Penolakan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Palembang Disebut Aksi Latah dan Jemawa

Penolakan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Palembang Disebut Aksi Latah dan Jemawa

Penolakan Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung di Palembang Disebut Aksi Latah dan Jemawa
Kolase tribunnews.com
Ratna Sarumpaet dan keluarga korban KM Sinar Bangun. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerhati sosial Sumatera Selatan, Bagindo Togar Butar Butar menyebut suatu hal yang memilukan juga memuakkan, atas sikap penolakan sekelompok masyarakat Kota Palembang pada Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung.

Seperti diketahui, Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung adalah narasumber dalam Acara FGD yang sedianya di Hotel The Zuri Transmart, Sabtu (1/9/2018).

Akibatnya dengan pengawasan ekstra oleh keamanan/kepolisian, Ratna Sarumpaet dan Rocky Gerung ini hanya bertandang sekitar 3 Jam, dan kembali lagi ke Jakarta.

Baca: Ratna Sarumpaet Dibatasi Hanya 3 Jam di Palembang, Saya Kriminal?

Dengan alasan masih dalam suasana menjaga ketertiban umum penyelenggaraan Asian Games XVIII di Kota Palembang, acara tersebut pun dibatalkan sepihak oleh pihak keamanan dan Hotel.

Padahal, kata mantan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya (IKA FISIP Unsri) masyarakat saat ini tengah mentradisikan budaya olah pikir dalam tatanan pendewasaan berdemokrasi, yang substansinya adalah berbeda pendapat kan memberi manfaat ketika kita lebih mengandalkan akal sehat.

"Seperti diketahui bahwa kegiatan yang sedianya dilaksanakan kemarin adalah bagian dari Road Show organisasi sekelompok masyarakat pendukung salah satu Paslon Presiden ( Prabowo-Sandi ) di beberapa puluh Kota Indonesia hingga awal Maret 2019. Terlepas pro dan kontra acara ini atau "direkayasa atau tidak" penolakan kedua tokoh yang jadi tamu kita tersebut, sepantasnya warga daerah ini untuk "lebih cerdas, arif, peka dan jeli" tatkala merespon peristiwa seperti ini, bukan malah "aksi latah serta jemawa" seperti di daerah daerah lainnya," beber Bagindo.

Pengamat Sosial Bagindo Togar Butar Butar
Pengamat Sosial Bagindo Togar Butar Butar (via SRIPOKU.com)

Dimana tak dapat dipungkiri, tentu ada pihak pihak yang "bermain juga diuntungkan" akibat beragam aksi penolakan ini.

Akhirnya, atas nama pribadi warga daerah ini juga salah panelis untuk acara Kelompok Diskusi Terarah yang sedianya berlangsung mulus kemarin, Bagindo menyampaikan permohonan maaf kepada pembicara tamu Rocky Gerung dan Ratna Sarumpaet atas ketidakyamanan serta batalnya acara.

"Kami berharap untuk bersedia kembali datang di kota ini, dengan suasana yang dinamis tapi kondusif, sejuk, dengan suasana penuh silahturahim. Tentu saja kita kedepannya, dituntut untuk lebih mampu memperlakukan tamu-tamu kita secara santun, disambut dan dijamu dengan baik, bercengkrama secara terarah serta diberikan cenderamata atau oleh-oleh sebagai buahtangan ciri khas daerah kita," ujar Bagindo Togar Butar Butar, yang juga Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (ForDeS) terkait penolakan Ratna Sarumpaet. (*)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Bagindo Togar Buka-Bukaan Analisa Penolakan Ratna Sarumpaet di Palembang, 'Aksi Latah serta Jemawa',

Editor: Restudia
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved