Berita Batola

Diopname di RSUD Ulin Banjarmasin, Dinkes Berharap Pasien Tumor Ganas Batola Tidak Minta Pulang

Anita sejak Senin pagi dijemput di rumahnya dengan mobil ambulance Puskemas Semangat Dalam, Kecamatan Alalak.

Diopname di RSUD Ulin Banjarmasin, Dinkes Berharap Pasien Tumor Ganas Batola Tidak Minta Pulang
edi nugroho
Anita (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola saat menerima Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Batola M Hatta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - ANITA (35), penderita tumor di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola akhirnya diopname di RSUD Ulin Banjarmasin sejak Senin (3/9/19) siang,

Anita sejak Senin pagi dijemput di rumahnya dengan mobil ambulance Puskemas Semangat Dalam, Kecamatan Alalak.

Menurut Budi, perawat Puskemas Semangat Dalam yang menjemput, begitu tiba di RSUD Ulin Banjarmasin Anita beserta pihak keluarga langsung mengurus adminitrasi BPJS Kesehatan.

Baca: Sujiwo Tejo Sebut Rantai Kekacauan Soal Ustadz Abdul Somad Batalkan Ceramah Karena Dugaan Intimidasi

“Iya begitu selesai mengurus adminitrasi BPJS Kesehatan, maka masuk ke ruang bedah untuk mendapatkan pemulihan keadaan kesehatan umum,” kata Budi.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Batola, M Hatta, membenarkan pasien tumor ganas Anita sudah opname di RSUD Ulin Banjarmasin dan diharapkan pasien bisa mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.

“Iya Anita sudah diopname. Mudah-mudahan Anita tidak minta pulang lagi,” katanya.

Baca: Gawat! RSUD Idaman Banjarbaru Tak Bisa Beli Obat, Gara-gara BPJS Tunggak Rp 8,4 Miliar

Hatta menambahkan Dinas Kesehatan Batola siap menanggung biaya hidup dua pendamping Anita (35), penderita tumor dan kangker ganas di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola selama masa opname.

“Yaa pendamping Anita, maksimal dua orang dari pihak keluarga. Kita akan menanggung niaua makan dua pendamping Anita, selama masa opname. Tapi sekali lagi, kalau tawaran dari dinas kesehatan itu disetujui oleh Anita dan keluarga, “ kata Hatta.

Sebelumnya, Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kalsel, ternyata menjamin biaya pengobatan, Anita (35), penderita tumor dan kangker ganas di tangan selama 16 tahun, warga RT 04, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

Baca: Ustadz Abdul Somad Pilih ke Pangkajene, Mardani Ali Sera Sebut Patut Bersedih

“Jika Anita sudah terdaftar di BPJS Kesehatan, tidak ada istilah tingkat keparahan penyakit yang tidak dijamin. Selama ada indikasi medis, maka baik penyakit tumor atau kanker, maka tetap dijamin oleh BPJS Kesehatan,” tegas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banjarmasin Muhammad Fakhriza.

Menurut Riza, panggilan Fakhriza, masyarakat memahami mana biaya yang ditanggun BPJS Keshatan dan mana yang tidak. Selama masa pengobatan biasanya anggota BPJS Kesehatan,
diperiksa dokter umum, dari dokter umum ke dokter spesialis, terus berjenjang ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi seperti di RSDU Ulin dan bisa dokter merujuk pasien ke RCSM dan rumah sakit Darmais untuk kanker.

“Tapi rujukan itu kewenangan dokter,” katanya.

Ditambahkanya, biaya yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan itu seperti biaya hidup pasien selama di rumah sakit rujukan di Jawa, biaya makan, biaya tiket, biaya transportasi keluarga atau pedamping. Nah, biaya-biaya itu nantinya bisa ditanggung oleh Pemkab Batola jika pasiennya itu warga miskin.

“Sekali lagi biaya-biaya itu tak ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help