Berita Banjarbaru

Gawat! RSUD Idaman Banjarbaru Tak Bisa Beli Obat, Gara-gara BPJS Tunggak Rp 8,4 Miliar

Senin (3/9), Kepala Tata Usaha RSUD Idaman Kota Banjarbaru M Firmansyah tidak menampik jika ketersediaan stok obat jadi banyak yang kosong.

Gawat! RSUD Idaman Banjarbaru Tak Bisa Beli Obat, Gara-gara BPJS Tunggak Rp 8,4 Miliar
Nia Kurniawan
RSD Idaman kota Banjarbaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dampak dari tunggakan BPJS kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Kota Banjarbaru membuat warga kesulitan dapat obat.

Warga harus rela mencari obat di luar rumah sakit pasca mendapat pelayanan.

Senin (3/9), Kepala Tata Usaha RSUD Idaman Kota Banjarbaru M Firmansyah tidak menampik jika ketersediaan stok obat jadi banyak yang kosong.

Baca: Sujiwo Tejo Sebut Rantai Kekacauan Soal Ustadz Abdul Somad Batalkan Ceramah Karena Dugaan Intimidasi

Baca: Ustadz Abdul Somad Pilih ke Pangkajene, Mardani Ali Sera Sebut Patut Bersedih

"Pengaruhnya kepada ketersediaan obat, kalau pelayanan tidak ada masalah. Tapi kami jadi tidak bisa beli obat karena sistem di e katalog terkunci akibat dikatakan kita ada tunggakan. Iya program terkunci, ketersedian obat jadinya terganggu," katanya.

Tunggakan yang dimaksud karena BPJS ini terhitung untuk Mei belum bayar klaim sekitar Rp 2,9 Miliar kemudian klaim Juni juga belum bayar sekitar Rp 5,5 Milyar.

"Total jadi 8,4 Milyar belum bayar, seharusnya tunggakan ini dibayar cepat sesuai waktu yang telah ditentukan. Apalagi jika klaim tunggakan Agustus selesai diverifikasi bisa lebih besar lagi tunggakannya," katanya.

Baca: Kagetnya Anies Baswedan Saat Kunjungi Jonatan Christie karena Lihat Kondisi Rumahnya

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Trans 7 MotoGP Italia 2018 di Sirkuit Misano San Marino Minggu Ini

Dia mengatakan, pihak rumah sakit sudah melakukan Langkah pertama menyampaikan ke DPRD Banjarbaru dan pemerintah kota beserta BPJS terkait klaim yang belum bayar itu.

"Ya mau bagaimana lagi, kami pihak RS jadi kesulitan bayar tagihan obat ke perusahaan besar farmasi. Dampaknya ke pasien obat susah, pasien beli obat diluar" katanya.

Dia menegaskan hal ini jelas mendesak sekali, pasalnya, 80 pasien RS Idaman Banjarbaru merupakan pasien BPJS.

"Kami sudah melaksanakan kewajiban dengan selalu melayani pasien rumah sakit tapi tolong hak rumah sakit juga diperhatikan," katranya.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help